Hadapi Covid-19, MIN 1 Sukoharjo Siapkan Tiga Model Pembelajaran

Sukoharjo – MIN 1 Sukoharjo berkomitmen mendidik siswa-siswi menjadi generasi yang sholih dan sholihah yang unggul dibidang imtaq dan iptek. Hal itu disampaikan oleh Kepala Madrasah MIN 1 Sukoharjo, Erma Nurlaila Ariyanti dalam sambutannya dihari pertama masa ta’aruf siswa madrasah (Mastsama).

Matsama MIN 1 Sukoharjo dilaksanakan secara virtual di tengah masa PPKM Darurat dengan tema “Tak Lengah Meski Belajar dari Rumah, Semangat!”. Matsama penting untuk tetap dilaksanakan meskipun dalam situasi pandemi seperti ini mengingat pentingnya agenda ini. Matsama memberi gambaran menyeluruh tentang MIN 1 Sukoharjo sehingga peserta didik baru dapat mengenal madrasah tempat mereka belajar. Pelaksanaan matsama MIN 1 Sukoharjo berlangsung dari Senin, 12 Juli 2021 hingga Rabu, 14 Juli 2021.

Teknik pelaksanaan matsama MIN 1 Sukoharjo tahun ini tidak jauh berbeda dengan matsama tahun sebelumnya yaitu melalui media kanal youtube dengan materi matsama mengacu pada panduan pelaksanaan matsama dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. Matsama tidak hanya ditujukan untuk siswa baru kelas satu MIN 1 Sukoharjo, namun juga untuk siswa kelas dua hingga kelas enam.

Antusiasme siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan ini sangat baik, terbukti dari jumlah penonton di kanal youtube yang tinggi. Selain itu, antusiasme siswa-siswi ditunjukkan dalam pengumpulan tugas berupa memasang foto di twibbon.

Salah satu materi Matsama adalah penyampaian model pembelajaran yang akan dilaksanakan MIN 1 Sukoharjo di tahun pelajaran 2021/2022. Anisah Sholihati selaku koordinator bidang kurikulum menyampaikan bahwa MIN 1 Sukoharjo menyiapkan tiga skenario model pembelajaran yang akan dilaksanakan, yakni pembelajaran jarak jauh, home visit, dan tatap muka terbatas. “ Kita menyiapkan tiga model pembelajaran selama masa pandemi kali ini, yang pertama pembelajaran jarak jauh jika situasi masih dalam masa PPKM Darurat. Yang kedua home visit akan dilakukan jika PPKM Darurat sudah dicabut. Dan ketiga adalah pembelajaran tatap muka terbatas.” Anisah memaparkan.

Selain materi kemadrasahan, matsama kali ini juga mengangkat materi karakter moderasi beragama dan kebangsaan. Khusus untuk tingkat MI, karakter moderasi beragama dan kebangsaan tertuang dalam materi keragaman dan prinsip kemajemukan.(omk/djp/rf)