Hadapi, Hayati dan Nikmati Ujian Agar Sukses

Sragen – MI Muhammadiyah Sidokerto, Plupuh mengundang “Kak Puji” untuk memberikan motivasi  menghadapi  Ujian Sekolah/Madrasah Tahun Pelajaran 2016/2017. Kak Puji Selalu di Hati demikian nama bekennya adalah Manager Talent Centre Sragen sekaligus Ketua Persatuan Pencerita Muslim Indonesia Kabupaten Sragen.

Di hadapan siswa yang disaksikan Orang Tua/Wali Murid (Minggu,12/03), Kak Puji memberikan motivasi kepada anak-anak agar sukses dalam ujian. “Hadapilah ujian yang akan datang ini dengan H2N, Hadapi, Hayati dan Nikmati”, ujarnya dengan mantap dan bergairah.

Ketika ada ujian yang sudah di ujung mata  atau tantangan apapun, Hadapi dengan penuh semangat dan jiwa yang kuat; Hayati dengan mendalam dengan cara banyak belajar, berlatih dan berlatih, serta Nikmati segala yang dijalani dengan enjoy, sebab dengan menikmati yang kita jalani maka hati akan riang, ketika riang itulah segala hal akan dihadapi bukan sebagai beban, tapi alat menuju kesuksesan. Selain itu juga tentunya juga berdoa agar harapannya terkabul.

Pada puncak acara, para peserta motivasi diberi kesempatan oleh motivator untuk menuliskan  keinginan nilai yang dicita-citakan pada  mapel ujian terutama Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA di atas kertas, kemudian diminta untuk menempel di rumah masing-masing di tempat yang strategis, supaya setiap saat bisa dilihat.

“Sungguh luar biasa, tidak ada satu pun dari kalian yang bercita-cita dengan nilai di bawah 8,00, bahkan banyak diantara kalian yang menulis nilai 10,00”, ungkap Kak Puji.

Isnaini, selaku Kepala Madrasah pada acara berikutnya memimpin refleksi diri dan berpesan kepada orang tua murid, agar tidak hanya bangga putra/putrinya bernilai tinggi, tetapi hendaklah kita sedih jika mendapati anak kita malas untuk sholat, malas tadarrus Al Qur’an serta malu jika anak kita tidak mempunyai karakter yang mulia.

“Harapan kita, tidak hanya masalah nilai yang bagus saja, tetapi kita harus lebih bangga jika anak-anak kita memiliki akhlakul karimah”, ujarnya. Hendaklah anak-anak selalu diperhatikan pergaulannya, konsisten dijaga jam belajarnya serta didoakan setiap saat.

Acara motivasi diakhiri dengan sungkem dan peluk sayang antara anak dengan orang tua. Subhaanallah, hari itu menjadi saksi sejarah, isak tangis anak, ibu dan ayah pecah seketika di ruang diiringi doa demi sukses putra-putrinya. (isna-ira1/Wul)