Hadapi LGBT dengan pendidikan moral dan agama

Wonogiri – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) IPHI VII di Wisma IPHI Brumbung, Minggu (28/02) yang di ikuti 160 orang utusan Pimpinan Cabang IPHI Kecamatan se-Kabupaten Wonogiri.

Hadir dalam acara pembukaan tersebut Bupati Wonogiri Joko Sotopo, Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa, Jajaran Forkopinda Wonogiri, Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kankemenag Wonogiri Hidayat Maskur dan jajaran pengurus IPHI Wonogiri.

Bupati mengajak anggota IPHI untuk berperan aktif dalam pembinaan dan pemberdayaan umat serta ikut berpartisipasi aktif dalam membangun umat muslim baik lewat kegiatan sosial maupun ekonomi.

menyikapi permasalahan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) juga menjadi sorotan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Wonogiri. Bahkan dalam Musda ke VII, LGBT ini menjadi tema dan pokok bahasan.

Lebih lanjut Bupati Wonogiri menyampaikan bahwa dewasa ini adanya Islam nasional radikal, garis keras perlu diwaspadai. Namun tak kalah pentingnya dengan adanya embrio LGBT perlu tindakan preventif. “Secara tidak langsung Wonogiri juga terjangkit dan kemungkinan sudah ada embrio perilaku menyimpang tersebut,” ungkap Joko Sutopo.

Dikatakan, dengan adanya era globalisasi, dan tranformasi teknologi saat ini, semua seolah tidak ada sekat dan batas. Sehingga, sangat besar sekali LGBT dapat tumbuh di Wonogiri. “Maka perlunya, kesadaran semua elemen, khususnya IPHI yang anggota-anggotanya sudah mumpuni di bidang agama, dan ekonomi dapat ikut berperan serta,” tambahnya.

Sementara itu Kasi PAKIS yang mewakili Kepala Kankemenag, menyampaikan dalam rangka menyikapi fenomena LGBT yang saat ini sedang marak diperbincangkan, Kementerian Agama menekankan perluknya penajaman pendidikan moral dan agama dalam keluarga termasuk pendidikan bagi pasangan-pasangan muda, oleh karena pendidikan pra nikah di KUA harus di intensifkan. (H. Mursyidi _ H. Heri/gt)