Hadapi Tantangan Global, Siswa Perlu Dibekali Kemampuan HOTS

Kab. Pekalongan – Dalam menghadapi tantangan global dengan munculnya revolusi industry 4.0 yang berciri khas pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, siswa madrasah diberikan bekal kemampuan berfikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skill (HOTS) dikemas dalam In House Training yang diselenggarakan MI Rifaiyah Bojongminggir. Minggu, (11/9).

Demikian ditegaskan M.Syaikhul Alim, Kepala MI Sullam Taufiq Kajen selaku pemateri pada kesempatan In House Training bahwa, “Madrasah harus mulai mengimplentasikan HOTS baik dalam proses belajar mengajar maupun dalam memberikan evaluasi hasil belajar kepada siswa. Hal ini penting mengingat tantangan global menuntut setiap kita memiliki kecakapan hidup abad 21.” papar M. Syaikhul Alim selaku narasumber dalam IHT tersebut.

Dijelaskan pula bahwa kecakapan hidup abad 21 dibutuhkan agar kita bisa eksis, survive dan adaptif memasuki era revolusi industry 4.0. Di antaranya adalah kemampuan berfikir kritis (critical thinking), kreatifitas dan inovasi (creativity and innovation), komunikasi (communication) dan kolaborasi (collaboration).

“Kecakapan hidup abad 21 itu harus dipersiapkan, dilatih dan diajarkan kepada siswa. Sehingga pada saatnya nanti para siswa siap menghadapi dunianya. Untuk itu guru-guru harus memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan pembelajaran dan menyusun penilaian berbasis HOTS.” tandasnya.

Ditambahkannya bahwa berfikir tingkat tinggi (HOTS) meliputi kemampuan untuk berfikir kritis, kreatif, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Selain itu juga mencakup kemampuan transfer dari satu konsep ke konsep lain, memproses dan menerapkan informasi, mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda, menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah, serta menelaah ide dan informasi secara kritis.

Sementara itu Kepala MI Rifaiyah Bojongminggir, Khamidaturrofiah mengungkapkan pentingnya evaluasi hasil belajar baik bagi siswa untuk mengetahui pencapaian kompetensi maupun bagi guru sebagai basis data dan informasi guna memperbaiki kualitas pembelajarannya.

“Kami berharap mudah-mudah melalui workshop atau IHT ini guru-guru bisa meng upgrade dan meng update pengetahuannya tentang HOTS dan yang tidak kalah pentingnya ada kemauan untuk mengimplementasikannya dalam pembuatan soal.” paparnya. (Msa/Ant/bd).