Hadapi UN adakan Spiritual Achievement Motivation Training

Wonogiri – Ujian nasional sekarang masih menjadi momok mengerikan bagi peserta didik baik di sekolah maupun madrasah, kalau di runut secara mendalam sebenarnya ujian bukan jawaban untuk mencerdaskan generasi bangsa tetapi proses pembelajaran yang baik akan mengajarkan kemandirian, kedewasaan mental dan menciptakan generasi yang unggul dan berkualitas.

Berbagai upaya dilakukan madrasah baik melakukan bimbingan belajar (bimbel), penambahan jam pelajaran maupun dengan berbagai kegiatan yang bisa meningkatkan nilai dan prestasi peserta didik.

Untuk mengubah mindset bahwa ujian sebagai momok bagi peserta didik di madrasah serta dalam rangka menghadapi ujian nasional tahun 2016 yang akan datang, siswa-siswi kelas XII MAN Wonogiri mengikuti kegiatan Spiritual Achievement Motivation Training dari STIKES Surya Global Yogakarta, Sabtu (29/01) di Aula MAN Wonogiri dengan menghadirkan motivator DR. H. Anung Sholeh.

Menurut Kepala MAN Wonogiri, Nuri Hartono kegiatan ini diselenggarakan guna memberikan motivasi kepada siswa-siswi MAN Wonogiri khususnya kelas XII, karena mereka sebentar lagi akan menempuh Ujian Nasional. Dan juga memberikan pandangan hidup kepada peserta didik agar setelah lulus mereka mempunyai semangat untuk terus melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya dan dapat mengukir prestasi sebaik-baiknya.

Selain itu menurut Nuri acara tersebut bertujuan untuk memberikan spirit atau semangat belajar dalam menghadapi ujian nasional mendatang dan memberikan pondamental akhlakul karimah pada anak agar taat beribadah dan berbakti kepada orang tua tanpa meninggalkan spirit atau semangat belajar.

Melalui keterpaduan emosional dan spiritual itu diharapkan dapat membentuk karakter pribadi yang tangguh, jujur, adil, disiplin, kreatif, peka terhadap lingkungan dan meningkatkan motivasi belajar.

“Keseimbangan antara intelektualitas dan moralitas sebagai ciri khas pendidikan madrasah merupakan kunci peran serta para perta didik madrasah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bermartabat di masa mendatang,” tegas Nuri.

Selama ini madrasah berusaha mendidik para siswa untuk mendalami pengetahuan keislamannya disatu sisi serta mendalam penguasaan informasi dan tekhnologinya disisi yang lain. Madrasah juga berperan melakukan transfer ilmu-ilmu agama (tafaqquh fi al-din) dan nilai-nilai Islam (Islamic vaues), sehingga mampu memainkan peranan sebagai agen perubahan (agent of change). (Mursyid_Heri)