Hadirkan Orang Asing Agar Siswa Mahir Bahasa Asing

Surakarta  – Tidak seperti biasanya kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di MA Al-Islam Jamsaren Surakarta, siang itu. Kehadiran “Nathiq” dari palestina membuat para siswa terkejut. Adalah Syekh Nehad, tamu kehormatan dari Palestina,  yang memberikan taushiyah kepada seluruh siswa, seusai sholat Dhuhur, di ruang kelas XII, Kamis (22/11) kemarin.

Materi yang disampaikan adalah: Fadlilah Al-Aqsho, apa itu Al-Aqsho dan peran umat Islam untuk menjaga Al-Aqsho. Materi disampaikan dengan menggunakan Bahasa Arab.

Menurut Humas MA Al-Islam Jamsaren Surakarta, Kukuh Nugroho, kegiatan ini bertujuan untuk melatih Bahasa Arab para siswa, mengetahui keadaan Palestina terkini khususnya Al-Aqsho serta melatih simpati dan empati.

“Bahasa yang disampaikan oleh Syekh Nehad ini sangat mudah dipahami, beliau menyampaikan tentang kondisi al-Quds terkini,” tutur Kukuh, yang pernah mengajar bahasa Arab itu.

Para siswa tampak antusias mendengarkan khutbah syekh. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan dengan menggunakan Bahasa Arab. Alvian Eka dan Rizal, siswa kelas XII mengatakan, “Saya sangat senang karena dapat belajar memahami bahasa Arab secara langsung dengan syekh Nehad. Bahasa Arab yang disampaikan sangat mudah dipahami. Saya jadi tahu informasi di Al-Quds serta melatih kepedulian dengan saudara-saudara kita di sana.”

Hal serupa juga disampaikan oleh Rizal. Dia kagum terhadap perjuangan anak-anak di palestina. “Saya sangat senang bisa bertemu langsung dengan orang Palestina, tadi saya menanyakan kepada syekh tentang izzah menghafal Al-Qur’an tinggi, anak-anak kecil usia di bawah 10 tahun sudah hafal Al-Qur’an. Kehidupan diawali dengan Qur’an dan diakhiri dengan Qur’an.”.

Beberapa siswa menyarankan agar ke depan lebih sering menghadirkan tamu dari luar baik berbahasa Arab ataupun Bahasa Inggris, agar siswa bisa belajar bahasa asing dari orang asing (syafi’i-rma/bd)