Haflah Akhir Sanah dan Khatmil Qur’an di Hidayatus Syubban

Semarang – Dalam rangka Haflah Akhir Sanah dan Pelepasan Wisudawan/ Wisudawati tahun pelajaran 2016/2017 yayasan pendidikan Hidayatus Syubban melaksanakan khatmil Qur’an dan pengajian umum, diikuti lebih 1500 peserta, Sabtu (13/05).

Dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang Muh Habib menyampaikan pesan kepada siswa yang telah mengakhiri jenjang pendidikan formal agar dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat. Ungkapan ini menunjukkan bahwa mencari ilmu wajib sepanjang masa, tidak mengenal batas usia,” terang Kakankemenag.

“Ajaran agama mengajarkan kepada kita tentang beberapa faidah keutamaan orang yang berilmu, antara lain ilmu yang bermanfaat tidak akan putus amalannya, dapat dijadikan aset di akhirat dan akan dipermudah jalannya ke surga,” imbuh Habib.

Ketua Yayasan KH Achmad Syamhudi menjelaskan bahwa Yayasan Hidayatus Syubban membawahi pendidikan formal dari RA, MI, MTs hingga MA Hidayatus Syubban serta SMK Hisbabuana. Pendidikan non formal di bawah naungan yayasannya meliputi Pondok Pesantren Putra Putri, Majelis Taklim, TPQ dan Istigasah Ahad Pon. Pendidikan di bawah yayasan yang berlokasi di Karangroto Kecamatan Genuk Kota Semarang ini mengedepankan pendidikan berkarakter dan berakhlakul karimah.

“Dalam menangani anak yang bermasalah pada kegiatan pembelajaran, disediakan layanan psikolog dan bimbingan sosial yang dipantau perkembangannya secara rutin. Disamping dilakukan terapi psikologis juga dilaksanakan salat tahajud sebagai upaya berdo’a memohon kepada Allah Swt,” ujar Ketua Yayasan.

Ditambahkan, sebagai bentuk persiapan terjun ke masyarakat, sejak jenjang MA, siswa kelas XI selama satu semester diwajibkan untuk mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk mengajar Taman Pendidikan alQuran (TPQ) atau membina pramuka di lembaga pendidikan lingkungan sekitar yayasan.

Program unggulan madrasah Hidayatus Syubban lain adalah latihan khitobah atau pidato yang diajarkan mulai jenjang MTs. “Siswa diajarkan praktik pidato kemudian dievaluasi kelebihan dan kekurangannya serta diadakan pembinaan lanjutan. Dengan beberapa program yang dilaksanakan, lulusan Hidayatus Syubban diharapkan mempunyai nilai lebih jika terjun di masyarakat,” imbuhnya.

Haflah akhir Sannah dimeriahkan juga dengan karnaval yang diikuti lembaga pendidikan di bawah Yayasan. Pada tahun pelajaran 2016/2017, jumlah siswa yang diwisuda dari jenjang RA (33), MI (19), MTs (107), MA (71) dan SMK (24).(ch/gt)