Halal Bi Halal Virtual MIN 1 Sukoharjo

Sukoharjo – Satu bulan penuh umat Islam melaksanakan puasa dibulan Ramadhan. Bulan suci yang penuh kemuliaan dan penuh ampunan. Tibalah kini di hari kemenangan, hari raya idul fitri, hari dimana umat Islam saling meminta dan memberi maaf.

Halal bi halal pertama kali diperkenalkan oleh Presiden RI pertama Sukarno sebagai tanggapan dari Kyai Wahab Chasbullah yang kala itu mengusulkan diadakannya silaturahmi dalam skala Nasional setelah momentum Puasa Ramadhan. Ia adalah sebuah acara yang biasa diadakan oleh orang Indonesia untuk bersilaturahmi pada hari raya idul fitri dengan tujuan menghapus kesalahan satu sama lain, seperti yang dilakukan di MIN 1 Sukoharjo.

“Islam menganjurkan untuk saling memafkan seperti dalam surat Al-A’raf ayat : 199 yang artinya jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. Semoga acara halal bi halal ini dapat menghapus segala kesalahan-kesalahan diantara kita dan lebih mempererat tali persaudaraan keluarga besar MIN 1 Sukoharjo.” ungkap Erma Nurlaila Ariyanti, Kepala MIN 1 Sukoharjo ketika ditemui ditempat kerjanya, Senin (25/05).

Halal bi halal yang diadakan Jumat (21/05) yang lalu dilaksanakan secara virtual yakni Guru dan karyawan berkumpul di aula lantai dua dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sedangkan siswa-siswi MIN 1 Sukoharjo bergabung melalui zoom atau youtube streaming MIN 1 Sukoharjo dari rumah masing-masing. Kegiatan halal bi halal tersebut diisi dengan berbagai macam acara seperti sambutan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan ikrar halal bi halal, hikmah halal bi halal dan ditutup dengan salam-salaman pun secara virtual. Siswa-siswa MIN 1 Sukoharjo antusias mengikuti kegiatan tersebut dari awal sampai selesai, terlihat dari banyaknya siswa-siswi yang bergabung di zoom dan youtube streaming.

Dalam tausyiah hikmah halal bi halal, Ustadz Aziz Marganus Satya Negara menyerukan pentingnya saling memaafkan. “Celakalah orang yang Ramadhan menemuinya, kemudian berlalu sebelum ia mendapatkan ampunan,” ungkap guru Bahasa Arab ini menekankan pentingnya memohon ampunan kepada Allah SWT. “Jadilah hamba-hamba Allah sepanjang tahun, dan jangan jadi hamba Allah di Bulan Ramdhan saja.” imbuhnya. Setelah hikmah halal bi halal, acara dilanjutkan dengan pembacaan ikrar oleh Suwito, perwakilan guru MIN 1 Sukoharjo.

“Kegiatan halal bi halal ini adalah sarana yang kami adakan sebagai agenda rutinan setiap tahunnya, dan tahun ini kami adakan secara virtual dengan dibantu oleh Tim Publikasi dalam pelaksanaannya. Semoga meskipun digelar secara virtual, tidak mengurangi makna dari halal bi halal tersebut,” jelas Siti Ngaisah, koordinator bidang IMTAQ. (omk/djp)