Halaqah Pesantren dan Kebangsaan di Brebes Bagi Terciptanya SDM Unggul

Brebes – Ranah budaya Islam di Jawa Tengah, hari–hari ini cukup beruntung dengan keberadaan lembaga pendidikan ‘tradisional’ pesantren. Di tengah pergolakan ideologi  dan perubahan zaman, lembaga pendidikan ini tidak hanya bertahan, tetapi juga terus menemukan momentum dan berinovasi.

Begitu juga pesantren di Brebes juga bermetamorfosis dan berevolusi menjadi lembaga yang tetap bertahan, diminati dan dicintai oleh masyarakat.  

Dengan lahirnya UU Pesantren No. 18 Tahun 2019 dan Perpres No.82 Tahun 2021, Kantor Kementerian Agama berkolaborasi dengan Pemda Brebes merespon cepat dengan menyelenggarakan Halaqah Pesantren dan Kebangsaan dilaksanakan di Aula Islamic Centre Brebes selama dua hari Jumat-Sabtu, 05-06/11/ 2021.

Acara yang diikuti oleh 150 peserta dari  142  pondok pesantren yang tercatat dan terdaftar di Kementerian Agama Kabupaten Brebes, acara  yang sedianya dibuka oleh Bupati Brebes karena bergai kepentingan lain hal, maka kegiatan Halaqah   dibukan oleh Djoko Gunawan selaku Sekda Brebes, dengan dihadiri Forkompinda Kabupaten Brebes, Kepala Kemenag se-Eks Karsidenan Pekalongan, Kepala OPD Kabupaten Brebes, Ketua MUI Brebes dan tokoh masyarakat serta tokoh Agama di Brebes.

Acara Halaqah Pesantren dan Kebangsaan kali ini mengambil tema” Menuju Pesantren Yang Dinamis di Era Global “.  H. Fajarin selaku ketua pelaksana dalam laporanya mengungkapkan “Agar  kegitan Halaqah ini dapat dimaksimalkan bagi seluruh peserta dan jadikanlah sebagai sarana sharing dalam membangun pesantren masing-masing, agar kedepannya seluruh pesantren di Brebes dapat menjadi pioner dalam rangka pembangunan SDM yang holistic, dimana lulusan pesantren selain menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga memiliki pondasi keimanan dan ketaqwaan sehingga mampu bersaing dan menemenangkan persaingan  di masa global,” ungkap Fajarin.

Djoko Gunawan selaku Sekda Brebes dalam sambutanya menyampaikan bahwa Pemda Brebes sangat mendukung kegiatan ini, semoga kedepanya Kabupaten Brebes dalam melahirkan Perda Pesantren, sehingga pendidikan pesantren di Brebes semakain maju dan bermutu bagi masyarakat Brebes,” jelas Djoko mewakili Bupati Brebes.

Halaqah pesantren dan kebangsaan dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional tahun 2021 membedah Dinamika Pesantren di Era Digital, Peran Pemda, Ulama dan Pesantren, Penguatan Regulasi Pesantren, Sinergitas pesantren dengan perguruan tinggi, dan acara diakhiri dengan diskusi penyusunan rekomendasi guna disampaikan ke Pemda Bebes dan DPRD Brebes, dimana Bupati Brebes telah menjanjikan Raperda Pesantren akan menjadi Raperda prioritas di kabupaten Brebes di pada Sidang Paripurna Awal tahun 2022.(Hid/Sua).