Harapkan Berkah, Madrasah Terapkan Program Peduli Sosial

Purbalingga – Memberikan sebagian rizki yang diterima secara hakiki tidaklah mengurangi harta yang dimiliki. Justru sebaliknya akan bertambah dengan adanya barokah yang diturunkan sesuai janji Allah SWT. Keberkahan akan dilipatgandakan apalagi yang disantuni adalah anak yatim piatu. Hal tersebut disampaikan Kepala MTsN 2 Purbalingga, Siti Mudrikah dalam komunikasinya kepada Humas Kankemenag Purbalingga, Senin (01/10) menjelaskan secara rinci beberapa perkembangan di madrasah yang dikelolanya tersebut.

“Madrasah kami yang terletak di Desa Gandasuli – Bobotsari secara fisik sudah bisa dikategorikan representatif. Dengan jumlah 782 siswa yang dibagi dalam 22 kelas serta guru dan pegawai berjumlah 56 orang, madrasah kami semakin tahun semakin eksis dan mampu bersaing dengan sekolah negeri dan swasta unggulan lainnya,” jelas Mudrikah.

MTs Negeri 2 Purbalingga telah memiliki program unggulan non-akademik yang sangat sinkron dengan keinginan para wali murid yaitu hafalan Alquran Juz 30 dan hafalan doa-doa harian yang dimulai dari kelas VII dengan klasifikasi surat-surat yang telah ditetapkan oleh bidang keagamaan madrasah. “Hasil dari setoran hafalan dibuktikan dengan nilai syahadah setiap semester kepada semua wali murid,” lanjutnya.

Program lain yang mungkin tidak disentuh oleh sekolah lainnya yaitu pemberian bantuan khusus untuk siswa yatim, piatu dan yatim piatu. Kepedulian guru dan pegawai MTsN 2 Purbalingga cukup tinggi. Mereka dengan ikhlas menyisihkan sebagian rizkinya untuk menyantuni siswa-siswi yang membutuhkan.

“Alhamdulillah 24 September lalu bertempat di Masjid Al Ma’wa telah terlaksana kegiatan Santunan Yatim Piatu sekaligus peringatan Bulan Muharom. Dan terkumpul dana Rp2.080.000,00 yang diberikan kepada 52 siswa dengan harapan keberkahan selalu ada untuk madrasah kami,” ungkapnya.

Menurutnya tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memberi motivasi siswa penerima santunan agar tetap semangat dalam belajar untuk menggapai cita-cita meskipun mereka sudah tidak memiliki ayah atau ibu yang menjadi pembimbing mereka.

Sebelum kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim/ piatu/ yatim piatu, seluruh siswa dan guru MTsN 2 Purbalingga juga mengikuti tausiyah yang disampaikan Waka Urusan Kesiswaan, Said Mawardi. (sar/gt)