Hargai Perbedaan, Kunci Dari Keluarga Sakinah

Karanganyar – Penyuluh KUA Kec. Jatiyoso dan Jumantono mengadakan kegiatan sosialisasi bersama Tomas setempat, (12/02). Sosialisasi ini dianggap sangat penting karena akhir – akhir ini begitu banyak kasus yang terjadi dalam rumah tangga yang ditakutkan dapat berujung pada perceraian. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka edukasi tentang makna keluarga sakinah harus dapat dipahami oleh setiap anggota keluarga.

Sri Lestari, penyuluh PNS Agama Islam menyampaikan, bahwa edukasi tentang keluarga sakinah saat ini sangat urgen bagi masyarakat. Karena tingginya kasus perceraian yang terjadi pada masyarakat dewasa ini juga salah satu dampak kurangnya pemahaman masyarakat tentang bagaimana mewujudkan keluarga sakinah.

“Edukasi tentang keluarga sakinah saat ini sangat dibutuhkan masyarakat, karena minimnya pemahaman tentang bagaimana mewujudkan sebuah keluarga sakinah belum begitu dirasakan oleh mereka , sehingga akibatnya meningkatnya kasus perceraian” ujar Sri Lestari

Menurut Sri Lestari, ada beberapa tips untuk mewujudkan keluarga sakinah yang Ia jabarkan dalam beberapa hal.

“Beberapa hal yang harus kita pahami dalam mewujudkan keluarga sakinah diantaranya :

  1.  Adanya Keikhlasan dan ketulusan peran yang diberikan masing-masing anggota keluarga, baik peran dari suami sebagai kepala rumah tangga, istri sebagai ibu juga megelola amanah suami, serta anak anak yang menjadi amanah dari Allah untuk diberikan pendidikan yang baik .
  2.  Kecintaan yang mengarahkan kepada cinta Illahiah dan Nilai Agama, bukan hanya kecintaan terhadap makhluk atau hawa nafsu semata
  3. Jauh dari ketidakpercayaan, kecurigaan, dan perasaan was-was antar pasangan
  4. Mampu menjaga satu sama lain dalam aspek keimanan dan ibadah, bukan saling menjerumuskan atau saling menghancurkan satu sama lain
  5. Mendukung karir, profesi satu sama lain yang diwujudkan untuk sama-sama membangun keluarga dan membangun ummat sebagai amanah dari Allah SWT.” Jelasnya.

Mewujudkan keluarga sakinah bukan membutuhkan waktu yang singkat, namun yang perlu dipahami adalah munculnya berbagai kemungkinan baik masalah ataupun perbedaan pendapat dalam keluarga bukan berarti mereka sudah tidak bisa lagi hidup berdampingan. Karena sesungguhnya membentuk keluarga sakinah adalah implikasi dari saling menghargai perbedaan  tetapi tetap dapat bersatu dalam keluarga. (ida-hd)