Harlah Ke-50 MTsN 1 Purbalingga Berlangsung Meriah

Purbalingga – Segenap Sivitas Akademika MTs Negeri 1 Purbalingga memperingati 50 tahun kelahiran madrasah dengan serangkaian kegiatan yang bertempat di Masjid dan halaman madrasah, Rabu (26/09). Kepala Madrasah, Mundirin menjelaskan, MTsN 1 Purbalingga yang sebelumnya bernama MTs Negeri Karanganyar berdiri pada tanggal 26 September 1968. Pada usianya yang ke-50 MTsN 1 Purbalingga semakin memantapkan eksistensinya sebagai MTs tertua di eks-Karesidenan Banyumas dan kedua di Jawa Tengah.

Kepala Madrasah, Mundirin dalam sambutannya menandaskan agar jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Jas merah itu adalah sebuah akronim yang tepat agar kita jangan sekali-kali melupakan sejarah. Karena sejarah menunjukkan wujud eksistensi kita. Kita sebagai generasi penerus tentunya harus bisa mempertahankan, bahkan meningkatkan prestasi dan eksistensi MTs Negeri  1 Purbalingga yang berdiri pada tanggal 26 September 1968,” tandas Mundirin.

Kegiatan harlah tahun ini diisi dengan istighosah yang bertujuan untuk meraih kelancaran dan keselamatan serta menekankan asas kemanfaatan bagi alumni, guru, pegawai dan siswa. Pada usia 50 tahun atau setengah abad diharapkan tumbuh kedewasaan dan inovasi dalam melayani masyarakat.

Panita kegiatan, Abas Rosadi menjelaskan, rangkaian kegiatan harlah yang dilaksanakan antara lain istighosah, ziarah ke makam pendiri MTs Negeri 1 Purbalingga, lomba tumpeng antar kelas. Adapun acara puncak adalah pengajian dalam rangka hari lahir ke-50 sekaligus peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah.

“Tausiyah disampaikan oleh ustadz kondang, K.H. Ahmad Gunanto, S.Ag, M.Pd.I. Sebelum tausiyah diadakan pemberian santunan kepada siswa yatim piatu sejumlah 40 anak,” jelas Abas.

Ditambahkan, dalam perkembangannya banyak kemajuan yang telah diraih baik di bidang akademik maupun non-akademik. Saat ini MTs Negeri 1 Purbalingga mempunyai 23 ruang kelas dengan jumlah siswa 813 anak serta 56 orang guru dan pegawai. Selain itu juga telah memiliki lapangan sepak bola, lapangan bola basket, dan sebuah masjid yang representatif. (sar/gt)