Hati-hati biro perjalanan bermasalah

Wonogiri – Penyelenggaraan ibadah haji merupakan salah satu program prioritas pembangunan bidang agama dan sering kali diposisikan sebagai salah satu indikator kunci kinerja Kementerian Agama. Penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, namun demikian disadari bahwa peningkatan tersebut belum signifikan, sehingga masih perlu dilakukan berbagai upaya peningkatan lebih lanjut.

Kondisi calhaj secara umum masih sangat minim dari sisi pendidikan dan pemahaman agama, maka semestinya jangan berpikir mahal dan murah yang paling penting Allah SWT memberi ridho kita bisa berangkat ke tanah suci. Para calhaj untuk tetap istiqomah jangan takut terhadap cerita yang miring di tanah suci dan saat ini jangan tepancing dengan iming-iming dan janji manis bisa haji dan umroh tanpa antri, banyak biro haji/umroh yang bodong cuma mencari keuntungan belaka.

Demikian di sampaikan Kepala Kankemenag Wonogiri Drs. H. Safrudin, MSI dalam acara Sosialisasi kebijakan penyelenggaraan haji tahun 1436 H / 2015 M Kabupaten Wonogiri, Kamis (09/4/2015) di Gedung Giri Wahana Wonogiri, hadir dalam acara tersebut pejabat Kankemenag Wonogiri, kepala KUA, penyuluh agama Islam fungsional, KBIH dan calhaj tahun 1436 H/2015 M sebanyak 346 orang dengan nara sumber dari DKK Wonogiri dan Kantor Imigrasi Surakarta.

Safrudin berpesan kepada jemaah calon haji, agar benar-benar memperhatikan, mempersiapkan, melengkapi persyaratan dokumen paspor dengan melengkapi bukti identitas diri, mengingat pentingnya dokumen paspor dalam proses pemberangkatan ibadah haji nantinya, tak lupa beliau juga mengingatkan kepada Kepala KUA, KBIH dan Penyelenggara Haji dan Umrah agar tak bosan-bosan memberikan informasi kepada para jemaah calon haji agar penyelenggaraan pemberangkatan jemaah haji di Kab. Wonogiri dapat berjalan dengan baik dan sukses tanpa kendala.

Dalam laporannya Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Drs. H. Ali Yatiman menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi adalah untuk menyampaikan informasi tentang persiapan calhaj baik dari sisi administrasi seperti pembuatan paspor dan kesiapan fisik serta kesehatan, selain itu beliau melaporkan bahwa tahun ini calhaj wonogiri sebanyak 346 yang sebagian besar dalam kategori resiko tinggi (risti) sehingga calhaj perlu menjaga kesehatan dan olahraga dan mempersiakan manasik baik lewat KUA atau lewat KBIH dan pengajian sehingga nanti dalam pelaksanaan haji bisa menjadi haji yang mandiri.

Ali Yatiman menambahkan bahwa pemerintah dalam hal ini Kemenag sudah berusaha semaksimal munkin memberikan pelayanan kepada calhaj mulai dari pra pemberangkantan sampai kepulangan dari tanah suci, ada beberapa hal yang perlu di persiapan oleh calon jama’ah haji yang akan berangkat tahun ini untuk meluruskan niat karena Allah SWT semata, memahami ilmu manasik sehingga calhaj harus belajar manasik mulai dari rukun dan syarat, tatacara ibadah hingga hikmah-hikmahnya, persiapan fisik dan mental dengan cara menjaga kesehatan dan memperbanyak olahraga dan perbanyak doa dan membersihkan diri semua di landasi dengan kesabaran dan keikhlasan. (Mursyid __Her Pur)