Hidup Rukun Adalah Tren Dan Pakem Bagi Bangsa Indonesia

Surakarta – Satu demi satu kegiatan yang sudah dicanangkan pada HAB Ke-73 Kementerian Agama ini dilaksanakan. Sebagaimana dilaporkan Syamsudin, Kasubbag TU Kankemenag Kota Surakarta  dan sekaligus sebagai ketua panitia HAB, tinggal 2 kegiatan tersisa; upacara bendera dan tasyakuran yang akan dilangsungkan pada Kamis (3/1) mendatang.

Kali ini, Jalan Sehat Kerukunan Kementerian Agama Kota Surakarta 2018,  digelar di Taman Cerdas, Kentingan, Surakarta, Minggu (30/12).

Turut meramaikan Jalan Sehat Kerukunan yang diikuti sekitar 2500 peserta itu diantaranya beberapa dari mitra kerja Kemenag ;  Bank Syari’ah Mandiri, BTN Syariah, BNI Syari’ah, KBIH, Kepala Seksi Penyelenggara Kepala Madarasah Negeri se Surakarta, Ormas Keagamaan, Organisasi profesi, Kepala KUA se – Surakarta,  LPMK, LP2A, tokoh masyarakat, unsur Pemerintahan Jebres dan masyarakat Surakarta.

Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta, Musta’in Ahmad, dalam sambutannya mengajak kepada yang hadir untuk  bersyukur bahwa kita hidup di NKRI,  negaranya orang yang beragama.

“Tidak ada negeri di seantero belahan dunia ini orang bisa senyaman orang di Indonesia didalam mengekspresikan agamanya. Hanya di Indonesia!,” tegasnya.

Orang Islam, katanya, dengan berbagai warnanya diberi kesempatan untuk mengekspresikan keislamannya. Begitu juga orang Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Khong Hucu semuanya mendapatkan perlindungan, pelayanan, dan  kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang di republik  ini.

Untuk itu, lanjutnya, menjadi tugas kementerian agama yang lahir  sejak  3 Januari 1946, untuk terus menjaga suasana ini, yakni hidup dalam suasana kerukunan yang sudah menjadi tren dan pakem.

“Mudah-mudahan kegiatan yang sudah kita lakukan ini menginspirasi kita sekalian,” terangnya.

Oleh karena itu, Musta’in mengajak semua elemen kementerian agama, baik yang ada di kantor, lembaga pendidikan, maupun lembaga-lembaga keagamaan  lainnya untuk terus berusaha meningkatkan pelayanan dan kinerja kita ditengah – tengah masyarakat. Sehingga kehadiran agama ditengah kehidupan masyarakat sungguh akan membuat suasana yang indah,menjadi tertata lebih baik, dan menyenangkan.

“Manusia yang memakai nilai-nilai rendah itu, begitu agama hadir, maka manusia diajak untuk  meninggalkan nilai-nilai tadi untuk menuju kepada nilai-nilai kemuliaan,” jelasnya.

Dan itu, lanjutnya, akan terus tumbuh. Oleh karena itu, kita harus cerdas membaca arah perkembangan zaman sehingga kita bisa mengaktualisasikan nilai-nilai baru dan  tetap dalam suasana kemuliaan agama.

“Makanya tema yang kita ambil menjaga kebersamaan umat. Karena kebersamaan itu sudah menjadi watak dasar dari bangsa  timur yang lebih suka berkerumun, berkumpul dan bersama-sama,” paparnya.

Musta’in yang baru saja menunaikan ibadah umroh itu tidak lupa menyampaikan selamat kepada sahabat dan saudaranya yang telah merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan untuk yang beragama Hindu dan Budha,  serta teman-teman dari Kristen dan Katholik yang telah merayakan Natal.

“Mudah-mudahan hari-hari besar keagamaan yang diperingati di republik tercinta ini menginspirasi kita sekalian  untuk terus menghadirkan agama sebagai penyejuk. Agama yang mengindahkan semuanya, dan agama yang  mengangkat harkat manusia kepada sisi-sisi kemuliaan sebagaimana maksud dari Tuhan menurunkan agama kepada kita sekalian,” pungkasnya. (sholeh_rma/Wul)