Hilal Tak Terlihat dari Semarang

Semarang – Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan observasi/rukyat hilal awal syawal 1442 H/2021 M yang dilaksanakan di Planetarium UIN Walisongo Semarang, Selasa.(11/05).

 Kegiatan ini, dihadiri Kakanwil Kemenag Prov.Jateng Musta'in Ahmad sekaligus membuka acara, didampingi Kabid Urais Muh Arifin ,  Kasi Kemasjidan Kanwil Kemenag Prov. Jateng, Ismail Khudori beserta Timnya menyiapkan atur acara.

  Mengawali sambutannya Musta'in menyampaikan  rukyatul hilal merupakan tugas Kementerian Agama sekaligus dalam rangka melaksanakan perintah Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI untuk berpartisipasi dalam memberikan informasi datangnya awal bulan syawal 1442 H bagi Kementerian Agama R I.

“Hasilnya setelah dilihat melalui teropong, dengan ketinggian hilal diseluruh Indonesia masih dibawah ufuk, sehingga hilal tidak bisa dilihat(tinggi hilal hakiki diplanitarium UIN Walisongo Semarang sekitar  -04 derajat 50' 34.57” hilal mar'i tidak diperhitungkan,”ujarnya

Dengan demikian baik menurut pemerintah dengan imkanurrukyat dan Nahdlatul Ulama dengan rukyat hilalnya kemungkinan besar akan mengistikmalkan ramadan menjadi 30 hari dan menetapkan tanggal 1 syawal 1442 H jatuh pada Kamis tanggal 13 Mei 2021 sebagaimana Muhammadiyah dengan wujudul hilalnya yang telah memutuskan 1 syawal  ditanggal yang sama,”tambahnya.

Sebelum mengakhiri acara, Musta'in menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Rektor UIN dan juga Dekan Fakkultas Syariah dan hukum , para tenaga ahli beserta tim teknis Planetarium UIN Walisongo Semarang yang telah memberikan izin tempat.

“Saya mengucapkan terimakasih atas  kerja samanya  dan fasilitas yang diberikan, sehingga kegiatan rukyatul hilal bisa terlaksana dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Adapun tamu undangan yang hadir   Pengadilan Tinggi Agama Semarang, Pengadilan Agama Semarang, MUI Jateng, Pelaksana pengelola MAJT, BMKG Jawa Tengah, Ormas Islam diJawa Tengah dan Masyarakat pemerhati hisab rukyat.(rf/qq)