Hindari sifat riya dalam berhaji

Rembang — Dalam menjalankan ibadah, bukan tidak mungkin akan terlepas dari keburukan hati. Termasuk dalam menjalankan ibadah haji. Jika tidak menjaga hati dengan sungguh-sungguh, maka calon jemaah haji akan terjebak dalam sifat riya’.

Demikian dikemukakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang melalui Kepala Sub bagian Tata Usaha, H. Mohammad Ali Anshory ketika memberikan sambutan dalam Sosialisasi Kebijakan haji kepada ratusan jemaah haji pagi tadi (14/4) di aula Kankemenag Kabupaten Rembang.

Beliau mengatakan, calon jemaah haji bukan tidak mungkin terhindari dari sifat ini. Justru yang terjadi, mulai dari persiapan berangkat hingga pulang ke tanah air, jemaah haji sangat rentan terhadap sifat ini. “Haji itu unsur riya’ nya sangat tinggi. Jika tidak hati-hati, maka sifat itu akan muncul mulai dari mau berangkat hingga sudah menyandang predikat haji”, ujar Ali.

Oleh karena itu, beliau mengimbau kepada segenap calon jemaah untuk menata niat kembali dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Alloh SWT. Calon jemaah haji harus bisa meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT.

Beliau juga berpesan untuk menjaga kondisi kesehatan sejak dini. Sebab, cuaca yang ekstrim seperti cuana yang panas atau sangat dingin, memungkinkan jemaah rentan terhadap kondisi yang lemah. “Pola makan yang teratur juga termasuk salah satu hal yang harus diperhatikan guna menjaga kondisi tubuh,” sambungnya.

Paspor haji

Sementara itu, Kasi Haji dan Umroh, H. Shalehuddin meminta calon jemaah untuk mempersiapkan segala sesuatu sejak dini, baik lahir maupun batin. Administrasi merupakan hal yang wajib dipersiapkan, salah satunya adalah paspor haji.

Dalam kesempatan ini, calon jemaah diminta mengisi blanko pembuatan paspor haji. Data tersebut akan dipindahkan di formulir Perdim 11 untuk pengajuan pembuatan paspor haji secara kolektif di Kantor Imigrasi Pati.

Shalehuddin menyampaikan, ada sekitar 700 calon jemaah asal Kabupaten Rembang yang akan berangkat tahun ini. Sementara kepastian nama jemaah yang akan berangkat masih menunggu waktu. Pasalnya, ada sejumlah jemaah yang menunda atau batal berangkat karena sakit atau sudah meninggal. —Shofatus Shodiqoh