Hindarkan Siswa Dari Perilaku Kekerasan

Rembang – Pendidikan di Indonesia tengah mendapat ujian lagi. Kekerasan yang terjadi di  SMA Taruna Nusantara Magelang yang dilakukan oleh seorang siswa kepada adik kelasnya hingga tewas pada akhir Maret lalu, kembali menampar wajah dunia pendidikan. Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam diharapkan bisa menghindari perilaku tersebut dan lebih menekankan akhlak kepada siswa.

Demikian ditegaskan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Jasim dalam kegiatan ‘In House Training Pembinaan SDM di Bidang Hukum’ yang digelar di MI Islamiyah, kecamatan Sumber, Rembang, Kamis (4/4).

Jasim mengungkapkan prihatin atas peristiwa tersebut. “Hal ini tentu menjadi pelajaran kepada kita semua agar siswa madrasah tidak sampai mengalami hal serupa,” ujarnya.

Ia menyampaikan kepada segenap kepala Madrasah agar senantiasa memantau perkembangan peserta didik dan turut melakukan pendampingan. “Ini menjadi tanggung jawab guru MI untuk mulai senantiasa menanamkan akhlakul karimah, berperilaku santun kepada sesama mereka,” kata Jasim.

Menurut Jasim, anak-anak sangat rentan terhadap perilaku kekerasan akibat pengaruh lingkungan. Guru dan orang tua mempunyai andil yang besar untuk melakukan pengawasan ekstra kepada anak-anak.

Persiapkan UM

Dalam kesempatan tersebut, Jasim juga mmeinta Kepala MI untuk mempersiapkan U MI sebaik mungkin. Ujian Madrasah MI akan dilaksanan Mei mendatang. Ujian ini merupakan rangkaian terakhir setelah penyelenggaraan UN tingkat MTs dan MA. Kendati tak lagi dijadikan ukuran kelulusan, namun hasil UM ini diharapkan bisa optimal.

Jasim mengatakan, Kepala Madrasah agar tidak menganggap remeh Ujian Madrasah. Karena bagaimanapun juga, Ujian Madrasah merupakan tolok ukur keberhasilan belajar siswa selama enam tahun di MI.

“UM ini memang tak lagi dijadikan ukuran kelulusan. Namun jika hasil UM bagus, juga akan menjadi kepuasan tersendiri bagi siswa, guru, dan orang tua siswa,” tandas Jasim.

Menurut rencana, UM ini akan digelar mulai pertengahan Mei 2017. Untuk pelajaran utama, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA akan digelar bersama dengan SD, yaitu pada 15-17 Mei 2017. Sementara pelajaran selainnya akan diujikan selama seminggu mulai 21 Mei mendatang.(ss/bd)