Hubungan Baik dengan Masyarakat, Kunci Kesuksesan Lembaga

Rembang – Hubungan yang baik dengan stakeholder (pihak) eksternal sangat penting untuk menjaga eksistensi lembaga. Karena itu, KUA diminta untuk menjalin hubungan harmonis dengan seluruh pihak, baik perorangan, lembaga, maupun elemen masyarakat lainnya.

Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Rembang, Atho’illah dalam rapat Koordinasi KUA yang digelar pada Senin (04/02) di Aula Kantor. Rakor ini dihadiri oleh Kepala KUA se-Kabupaten Rembang dan juga Kasi Bimas Islam, Moh. Muchson.

Atho’illah mengatakan, sebagai instansi pemerintah, KUA harus bisa menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat. Apalagi di Kecamatan, tipologi masyarakat cenderung masih konservatif. “Menjalin hubungan dengan masyarakat di desa itu gampang-gampang susah. Pemikiran mereka yang sangat sederhana, kadang belum tentu bisa menerima hal-hal yang baru. Atau sebaliknya, ada sebagian yang cenderung manut,” kata Atho’illah.

Sebagai salah satu upaya untuk menjaga hubungan baik ini, KUA diminta aktif dalam mengikuti kegiatan yang ada di masyarakat. “KUA harus terlibat banyak pada kegiatan masyarakat. Bahkan hingga tingkat grassroot (akar rumput), seperti Desa bahkan RT,” kata Atho’illah.

Atho’illah juga mengimbau Kepala KUA untuk aktif juga dalam forum-forum yang memberikan informasi penting untuk masyarakat.  “Kalau ada undangan dari lembaga lain yang penting kaitannya dengan kebijakan publik, jangan sekali-kali absen. Kepala KUA harus hadir,” tandasnya.

Setelah mendapatkan informasi penting itu, pihak KUA bisa segera menyosialisasikan kepada masyarakat. “Inilah fungsi kita sebagai penyambung lidah antara pemerintah dan masyarakat. Penyuluh agama PNS maupun honorer bisa kita optimalkan untuk berperan di dalamnya,” imbuh Atho’illah.

Kasi Bimas Islam, Moh. Muchson menambahkan, KUA harus pro aktif untuk menciptakan hubungan-hubungan yang baru dengan lembaga lain. Menurutnya, hal ini akan berdampak pada berkembangnya jejaring dan berpengaruh terhadap kemajuan sebuah lembaga.

“Jika jaringan kita banyak, mulai dari tingkat bawah (grassroot) hingga lembaga di tingkat Kabupaten, Provinsi, bahkan Nasional, akan memudahkan kita untuk bergerak, membuat program-program inovasi,” ujarnya. — (iq/gt)