Hujan Iringi Kedatangan Jemaah Haji dari Banjarnegara dan Solo Raya

Boyolali – Sesuai dengan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa hujan masih mendominasi beberapa kota di Jawa Tengah pada pekan pertama bulan Oktober, seperti halnya di Kabupaten Boyolali curah hujan tinggi menyelimuti sekitar Asrama Haji Donohudan sebagai lokasi pusat transit jemaah haji Debarkasi Solo pada operasional penyelenggaraan ibadah haji. Tingginya curah hujan tentunya akan berpengaruh pada kelancaran proses penyambutan jemaah haji sejak pesawat mendarat di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Boyolali, evakuasi jemaah turun dari pesawat masuk ke bis penjemput hingga masuk ke Gedung Muzdalifah untuk proses penyerahan kembali kepada petugas daerah. 

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo menerima jemaah haji sebanyak 2 kelompok terbang (kloter), pada pukul 13:18 WIB kloter 54 dari Kabupaten Banjarnegara dengan jumlah jemaah sebanyak 358 mendarat di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Boyolali, dilanjutkan dengan kloter 55 jemaah haji gabungan dari Kabupaten Banjarnegara, Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Boyolali pada pukul 18:43 WIB Minggu, (09/10).

Sekretaris PPIH Noor Badi menyampaikan bahwa hari ini sebanyak 2 kloter telah masuk ke Asrama Haji Donohudan Boyolali dengan jumlah jemaah haji sebanyak 716, keduanya telah mendarat siang dan petang hari ini. Kedatangan kedua kloter tersebut diiringi dengan turunnya hujan yang cukup deras sehingga sempat menghambat pada pada proses evakuasi jemaah mulai dari jemaah menuruni pesawat hingga masuk ke bis penjemput untuk dibawa ke Asrama Haji Donohudan.

“Sebanyak 716 jemaah haji telah kita mendarat di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, melalui seremonial sederhana kita sambut kedatangannya di Gedung Muzdalifah komplek Asrama Haji Donohudan serta telah kita serahkan kembali kepada petugas daerah masing-masing, mulai dari kloter 54 Kabupaten Banjarnegara dan yang barusan selesai Kloter 55 Kabupaten Banjarnegara, Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Boyolali,” urai Noor Badi saat dikonfirmasi seusai penyambutan dan penyerahan jemaah haji kloter 55 di Gedung Muzdalifah.

Menurut catatan dari kedua kloter yang datang, untuk kloter 54 terdapat mutasi masuk 1 orang dari kloter 63 karena kembali bergabung dengan kloter awalnya dan 2 mutasi keluar karena sakit dan masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Sedang untuk kloter 55 terdapat 2 jemaah mutasi masuk dari kloter 58 dan 4 mutasi keluar karena 3 jemaah bergabung dengan kloter 33 dan 45 serta 1 wafat di Pemondokan saat di Mekkah.

“Alhamdulillah walaupun kedatangan kedua kloter tersebut diiringi dengan turunnya hujan namun proses penyambutan jemaah haji dari bandara hingga asrama haji berlangsung lancar dan aman, untuk kloter 54 jumlah berangkat 359 dengan adanya mutasi masuk 1 dan mutasi keluar 2 sehingga pada saat kepulangan berjumlah 358 dan kloter 55 saat keberangkatan penuh berjumlah 360 terdapat 2 mutasi masuk dan 3 mutasi keluar serta 1 orang wafat jumlahnya menjadi 358,” lanjutnya.

Ditambahkan, dengan masuknya kloter 55 Debarkasi Solo yang telah menerima jemaah haji sebanyak 19,684, 2 masih mendapat perawatan di RSD. Moewardi karena sakit, 9 jemaah masih tertinggal di Arab Saudi karena sakit dan dirawat di bebearap rumah sakit Mekkah atau Madinah sedang untuk jemaah wafat hingga saat ini berjumlah 50, 49 wafat di Arab Saudi dan 1 wafat di Tanah Air dalam perjalanan dari bandara menuju rumah sakit.

“Sampai dengan Minggu (09/10) sudah 19,684 jemaah haji Debarkasi Solo telah dipulangkan dari Tanah Suci, dengan rincian 2 masih menjalani perawatan di RSD. Moewardi, 9 jemaah masih tertinggal di Arab Saudi sedang menjalani perawatan karena sakit dan 50 jemaah wafat serta sisanya telah kembali dan berkumpul dengan keluarganya,” pungkasnya. (gt/gt)