IGRA Gelar Rakor Pengurus IGRA dan KKG RA se-Kabupaten Pati

Pati – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati melalui Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) mengadakan kegiatan rapat koordinasi pengurus IGRA dan KKG RA Se-Kabupaten Pati yang di hadiri Pimpinan Daerah (PD) dan Pimpinan Cabang (PC) IGRA se Kabupaten Pati, berlangsung di aula Kankemenag Kabupaten Pati, Senin (3/4)

Agenda ini dimaksudkan untuk mengupas kegiatan yang menjadi program unggulan RA seperti halnya Pelaksanaan Praktek Manasik Haji oleh anak didik RA Se- Kabupaten Pati, selain pembahasan masalah pelaksanaan kurikulum RA pada kesempatan yang sama pengurus IGRA dan KKG RA membahas pelaksanaan Lomba peringatan Hardiknas dan Workshop Guru pada tanggal 29 April mendatang yang dipusatkan di kantor Kemenag Kabupaten Pati.

Hal ini disampaikan Ketua IGRA Mustarikatun saat memimpin rapat tersebut, Dia mengatakan bahwa kegiatan Lomba peringatan Hardiknas dan Workshop Guru pada tanggal 29 April mendatang merupakan program dan agenda dari IGRA Kabupaten Pati.

Untuk itu Bunda Mus sapaan akrabnya mengharapkan peran serta seluruh pengurus IGRA dan KKG RA Se- Kabupaten Pati untuk mensukseskan kegiatan tersebut. Ajang kompetisi antar pendidik RA meliputi cabang Sains, Tahfidz quran, cerita berpasangan, tari kreasi dan senam anak soleh yang akan diikuti oleh guru atau pendidik RA se Kabupaten Pati, mudah mudahan dengan kesungguhan dan motivasi yang kuat kita bisa mengharumkan nama Kemenag Kabupaten Pati ditingkat melalui kompetisi Lomba Hardiknas kali ini,”ujarnya.

Dalam kesempatan rapat koordinasi tersebut Bunda Mus juga memberikan apresiasi dan motivasi kepada para pendidik RA untuk ikut berkompetisi di ajang Lomba peringatan Hardiknas tahun 2017 ini, semoga dengan kesungguhan dan proses seleksi yang baik maka keunggulan akan berpihak pada salah satu utusan IGRA Kabupaten Pati,”harapnya.

Bunda Mus berpesan agar kiranya tanggung jawab moral dari kegiatan-kegiatan RA, baik yang dilaksanakan didalam Kabupaten Pati maupun diluar kabupaten di pikul secara bersamaan, sebab beban yang berat akan terasa ringan bila digotong secara bersama-sama, mudah mudah di masa yang akan datang dengan berbagai torehan prestasi yang di ukir RA, akan memberikan dampak positif yang signifikan untuk kemajuan dan kesinambungan Ràudlatul Athfal (RA) sebagai wadah pendidikan usia kanak kanak, pungkasnya.

Di akhir acara, Ketua IGRA mensosialisasikan buku permainan tradisional anak sebagai salah satu sarana prasarana penunjang guru RA dalam pembelajaran anak RA. (Athi’/bd)