IGRA Klaten Gelar Pelatihan Pembelajaran Outbond

Klaten – Menjadi seorang guru tidak harus berada dalam ruangan, pelatihan dan pembelajaran outbond media yang sangat penting untuk mengembangkan diri dalam mengajar ada inovasi dan tidak monoton bagi IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal), juga wahana sedikit rekreasi untuk menyegarkan pikiran karena selama ini disibukkan dengan rutinitas yang memeras tenaga dan pikiran

Demikian disampaikan Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten Waznan Fauzi dalam pelatihan pembelajaran outbond bagi IGRA  yang diikuti 300 guru RA/BA se Kabupaten Klaten yang mengambil lokasi di Alun-alun Klaten, Sabtu (24/02).

"IGRA adalah organisasi profesi yang merupakan wadah pembinaan dan kerja sama antara kepala dan guru Raudhatul Athfal, Bustanul Athfal, Tarbiyatul Athfal untuk menyamakan visi, misi dan persepsi dalam penyelenggaraan pendidikan prasekolah dilingkungan Kementerian Agama," ungkap Waznan.

Dengan pelatihan pembelajaran outbond diharapkan semua guru mampu meningkatkan sinergi building, kekompakan, dan kedisiplinan. Kegiatan ini selain edukasi juga mengandung fun karena outbound itu sendiri terdiri dari beberapa macam tantangan yang harus dihadapi oleh setiap peserta jadi dari kegiatan tersebut setiap peserta bisa melihat kemampuan dirinya dalam menghadapi rintangan yang ada.

"Kreatifitas guru akan muncul untuk diterapkan pada peserta didik, baik di dalam kelas dan di luar kelas," imbuhnya.

Sementara itu Ketua IGRA Kabupaten Klaten Maryani mengatakan, pelatihan ini bertujuan meningkatan kompetensi guru dalam variasi pembelajaran, peningkatan kreativitas ragam main di luar kelas. Selain itu meningkatkan kualitas interaksi, komunikasi, keakraban, meningkatkan rasa motivasi hidup, membangun solidaritas kebersamaan dan manfaat dari kerja sama.

"Pelatihan ini sebagai pembelajaran luar ruangan dapat menjadi metode suatu proses menimba ilmu yang bukan sekedar untuk hura-hura, ikuti dengan sebaik-baiknya pelatihan ini yang dipandu oleh tim outbond Menara dari Yogyakarta untuk bisa diterapkan untuk anak usia dini," pinta Maryani.

"Kali ini Alun-Alun Klaten menjadi tempat pelatihan, karena disamping luas berumput hijau dan terdapat puluhan pohon yang hijau nan rindang sangat tepat dan menunjang untuk melakukan kegiatan ini," pungkasnya.(mi_aj/gt)