Ikhlas Baktikan Diri, Dua Orang Wiyata Bakti di Madrasah Raih Penghargaan

Purbalingga – Dua orang pendidik/ tenaga kependidikan madrasah swasta di Purbalingga yang berstatus Wiyata Bakti  memperoleh tanda penghargaan orang dewasa (TOPD) dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka atas jasa-jasa mereka dalam mendarmabaktikan diri di dunia pendidikan kepanduan Gerakan Pramuka.

Kedua penerima penghargaan tersebut adalah Hartoyo, Guru MTs Ma’arif NU Tamansari Karangmoncol, dan Kepala MI Ma’arif NU Kalijaran Karanganyar, Mubarok.  Penghargaan diberikan dalam acara Apel Besar Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-56 Tahun 2017 Tingkat Kwartir Cabang Kabupaten Purbalingga yang diselenggarakan Jumat (15/09) pukul 08.00 WIB di Lapangan Desa Brecek Kecamatan Kaligondang. Kegiatan ini juga sekaligus membuka kegiatan Perkemahan Bakti Saka Bakti Husada (Pertihusada) Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2017.

Saat dikonfirmasi, Hartoyo yang masih memangku Jabatan Kepala Pusdiklat Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Purbalingga ini menjelaskan bahwa ia telah aktif mengabdikan diri di dunia kependidikan dan dunia ke-Pramuka-an sejak tahun 1986.

“Saya mulai mengabdikan diri di dunia kependidikan sejak 1986 dan sejak saat itu pula aktif di dunia ke-Pramuka-an. Baru pada 1989 saya duduk di kepengurusan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka  Kabupaten Purbalingga,” ungkap Hartoyo.

“Penghargaan yang saya terima adalah Lencana Melati, sesuai dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 133 Tahun 2017 yang ditetapkan 7 Agustus 2017,” imbuhnya.

Sedangkan penerima Lencana Pancawarsa I, Mubarok menyatakan pengabdiannya di Madrasah Ibtidaiyah sekaligus aktif di Pengurus Kwarran Karanganyar dimulai sejak tahun 2007 dan saat ini masih menduduki jabatan sebagai Andalan Ranting Urusan Pembinaan Pramuka Dewasa (Anru Binawasa – red).

“Saya aktif di Pengurus Kwartir Ranting Kecamatan Karanganyar sejak tahun 2007. Saat ini periode kepengurusan yang ke-3. Pada dua periode kepengurusan Kwarran sebelumnya saya menjabat sebagai Wakil Ketua Kwarran, sedangkan saat ini sebagai Anru Binawasa,” ungkap Mubarok.

Mubarok juga menambahkan bahwa sebelumnya diadakan proses pengajuan oleh Kwarcab ke Kwarda, kemudian hasil seleksi dituangkan dalam Surat Keputusan Kwarda Jawa Tengah Atas nama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam SK  No. 84 Tahun 2017 tentang Penganugerahan Lencana Pancawarsa yang ditetapkan tanggal 25 Juli tahun 2017. Jumlah penerima penghargaan Lencana Pancawarsa ada 9 orang. Lencana yang diterimakan adalah Lencana Pancawarsa 1, 2, 3 ,4 dan 6. Sebagai seorang wiyata bakti, Mubarok mengakui dirinya harus mengikhlaskan seluruh pengabdiannya tanpa mengharap imbal jasa dari siapapun.

Dalam Apel Besar tersebut Bupati Purbalingga, Tasdi selain membacakan sambutan Kepala Kwarnas, menyerahkan penghargaan Lencana Melati dan Pancawarsa kepada 14 orang, juga memberikan penghargaan kepada para Pramuka Garuda dari SMP Negeri 1 Bobotsari. Selain itu, Tasdi juga menyerahkan Samir dan Tropi Kejuaraan kepada Kwarran dan DKR Tergiat dalam Lomba Kwartir Ranting Tahun 2017.

Kwarran Bobotsari menyabet Tergiat I Bidang Binamuda,  Organisasi dan Hukum serta Bidang Humas dan Abdi Masyarakat. Sedangkan Tergiat I Bidang Binawasa diraih oleh Kwarran Kutasari dan Tergiat I Bidang Keuangan dan Sarpras direbut oleh Kwarran Bojongsari. Khusus Penilaian  Dewan Kerja Ranting (DKR) Tergiat I Tahun 2017 diraih oleh DKR Kwarran Kertanegara setelah tahun sebelumnya dikuasai DKR Kwarran Bobotsari. (sar/gt)