Ikuti STQ Nasional, Kafilah Asal Pati Dituntut Agar Tak Minder

Pati – Kepala Kankemenag Kabupaten Pati Akhmad Mundakir, Senin pagi (10/7),  secara resmi melepas keberangkatan 4 (empat) Kafilah Jawa Tengah asal Kabupaten Pati yang akan mengikuti Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke XXIV tahun 2017 di kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara tanggal 12 s.d 22 Juli mendatang.

KaKankemenag didampingi Plt. Ka. Subbag TU Kemenag Pati Zubaidi mengatakan,  karena yang akan diikuti itu even seleksi tingkat nasional, maka diharapkan kafillah asal Kabupaten Pati mengharumkan nama Kabupaten Pati khususnya Jawa Tengah di tingkat nasional.

“Dalam waktu yang masih  tersisa, anggota kafilah Jateng asal Kabupaten Pati diharapkan menjaga kesehatan,  meningkatkan stamina dan konsentrasi agar nanti dapat tampil dengan prima. Begitu  juga program pemantapan yang dilaksanakan di Semarang, agar dimanfaatkan kafillah dengan baik,”  kata Mundakir yang secara resmi melepas dan memberikan tali asih Kafilah Jateng asal Kabupaten Pati di ruang kerja KaKankemenag Kabupaten Pati.

4 (empat) kafilah asal kabupaten Pati tersebut terdiri dari cabang tilawah dan tahfidz putra dan putri. Antara lain untuk cabang tilawah anak-anak putra an Muhammad Zahron Nasywa, cabang tilawah dewasa putra an. Muhamad Masud dan tilawah dewasa putri an. Nurhamnah, serta seorang putra mewakili cabang tahfidz 1 juz dan tilawah putra an. Mohammad Baiquni.
”Mudah-mudahan dalam ajang STQ kali ini, kita bisa mendapat predikat yang terbaik,” kata Mundakir

“Namun  persiapkanlah fisik dan juga mental  sebaik-baiknya. Jaga kesehatan dan kendalikan emosi. Kami mengiringi dengan doa semoga kafilah asal Kabupaten Pati mengukir prestasi terbaik ,”  ujarnya.

Kasi Bimas Islam dan juga Plt. Ka.Subbag TU Zubaidi menjelaskan, sebelum diberangkatkan ke kota Tarakan, kafilah asal Kabupaten Pati ini telah mengikuti serangkaian tahapan persiapan dengan baik. Mereka juga  menjalani TC khusus pemantapan akhir di awal bulan kemarin selama satu minggu di Semarang.

Rencananya kafilah Jawa Tengah sebelum dilepas secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah pada Rabu pagi (12/7), mereka dikarantina selama 2 (dua) hari di Hotel Candi Indah (HCI) Semarang untuk melakukan penyiapan perlengkapan dan administrasi peserta, pelatihan serta upacara selamatan dan Doa bersama Kafilah Jawa Tengah, terang Zubaidi.

Menurut Zubaidi,  kafilah asal Kabupaten Pati ke STQ Nasional di kota Tarakan Kalimantan Utara tidak dibebani target juara apapun. “Kita telah berupaya  melakukan persiapan dengan sebaiknya,  fisik mau pun mental. Namun kita tidak menetapkan target, di STQ Nasional juga tidak ada sistem peringkat. Kontingen Jawa Tengah tidak menghandalkan cabang-cabang tertentu untuk meraih gelar juaranya. Tetapi persiapan yang baik kita harapkan memberikan hasil yang baik pula, seperti prestasi kafilah Jawa Tengah asal Kabupaten Pati ke MTQ tingkat Nasional,” harap Mundakir.

Para kafilah juga jangan minder dan jangan merasa terbebani. Berlombalah seolah-olah tanpa beban,” pesannya. (Athi’/bd)