Ilmu akan bermanfaat sepanjang hayat

Surakarta – Seiring berjalannya kabinet kerja besutan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berdampak yang signifikan terhadap perubahan mindset dan culture set pola kerja pada jajaran Aparatur Sipil Negara kabinet pendukungnya. Seperti halnya pada kementerian agama melalui menterinya Lukman Hakim Saifudin mengangkat 5 budaya kerja bagi aparaturnya dalam rangka memberikan bukti nyata kerja kementeriannya.

Peningkatan kompetensi pegawai merupakan bahan kajian yang tidak pernah usang dalam lembaga birokrasi, seperti halnya yang dilakukan oleh Kantor Kemenag Kota Surakarta dalam kegiatan rutin melalui pembinaan pegawai. Bertempat di Aula kantor pembinaan pegawai berlangsung dengan menghadirkan Direktur Pasca Sarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Rohmat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Muslim Umar menyampaikan bahwa Kementerian Agama Surakarta akan bekerja sama dengan IAIN Surakarta guna mengembangkan potensi serta kemampuan para pegawainya. Beliau, secara pribadi maupun kedinasan akan mendukung penuh bagi pegawainya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Saya mendukung manakala ada pegawai yang ingin melanjutkan pendidikannya, agar nantinya kantor juga mendapatkan manfaat keilmuannya,” ucap Muslim Umar.

Sementara itu Direktur Pasca sarjana IAIN Surakarta mejelaskan bahwa saat ini program studi pasca sarjana IAIN Surakarta rata-rata sudah memiliki akreditasi B, jadi terbuka kemungkinan bagi pegawai negeri khususnya di Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta untuk bisa mengambil kuliah pasca sarjana di IAIN Surakarta karena akreditasi menjadi salah satu prasyarat untuk dapat mengajukan penyesuaian pangkat dan golongan bagi PNS.

Adapun program studi pasca sarjana yang ada di IAIN Surakarta antara lain: Manajemen Pendidikan Islam, Manajemen Keuangan dan Perbankan Syariah dan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir. Selain itu juga dibuka program kuliah yang dibiayai melalui beasiswa kerja sama dengan Direktorat Jenderal PAI Kemenag RI untuk guru PAI maupun pengawas PAI.

“Bagi guru dan pengawas PAI bisa mengambil program khusus yang nantinya mendapat beasiswa dari Direktorat PAI, jadi bayarnya lebih ringan,” terang Rohmat.

Menanggapi pertanyaan mengenai apakah nantinya ilmu yang akan diperoleh setelah kuliah bisa bermanfaat bagi instansi karena faktor usia yang rata-rata sudah memasuki masa pensiun. Rohmat mengatakan bahwa ilmu akan selalu bermanfaat sepanjang masa, dan tidak harus di instasi pemerintah, dimanapun ilmu pengetahuan dapat diterapkan dan pasti akan ada manfaatnya buat masyarakat.

“Jangankan cuma mau pensiun, yang sudah sakit-sakitan dan mau meninggal duniapun tidak di haramkan untuk menuntut ilmu, jadi menuntut ilmu itu tidak ada batas usia,” pungkas beliau. (abc/gt)