Imbangkan Ilmu dan Iman, MIM Nambangan Kembangkan Literasi Anak

Wonogiri – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah  (MIM ) Nambangan, Selogiri Wonogiri komitmen imbangkan ilmu dan amal bagi peserta didiknya di madrasah, sebelumnya MIM Nambangan bekerjasama dengan Harian Umum Solopos menggelar acara “Ayo Membaca Bersama Solopos” dan setiap bulan menghadirkan Perpusda Kabupaten Wonogiri setiap bulan di madrasah setempat.

Hal tersebut di ungkapkan kepala MIM Nambangan Wonogiri, H. Sudi Susanto, Senin(09/04) di tempat kerjanya, menurutnya kegiatan literasi tersebut mendapatkan sambutan antusias baik dari para siswa maupun guru, membaca merupakan kegiatan penting untuk di lakukan seorang pelajar, dengan membaca seorang bisa mendapatkan banyak informasi yang bermanfaat.

“Setiap pagi menjelang pembelajaran dan waktu akan pulang siswa MIM nambangan mengedepankan literasi agama dengan kegiatan membaca Al Qur’an dan buku agama, sedang lierasi umum MIM nambangan bekerja dengan Perpusda menghadirkan perpustaan keliling setiap satu bulan sekali,” jelas Budi.

Dalam kunjungan perpustaan keliling, para siswa di wajibkan membuat laporan mengenai apa yang di baca dan akan di evaluasi oleh guru pendamping.

“Alhamdulillah kesadaran membaca anak-anak MIM Nambangan setiap tahun meningkat dengan adanya program pembiasaan dari MIM Nambangan, pembiasaan dengan acara membaca Al Qur’an dan kelas V di target sudah hafal juz ke-30,” imbuh guru kelas VI, Tenang Riyadi.

Saat ini menurut kepala MIM Nambangan memiliki 215 siswa di bimbing 19 guru, berkat membiasakan siswa dalam membaca, beberapa siswan kerap menjadi juara lomba mapel pada Hari Amal Bhakti kementerian Agama tingkat Kabupaten.

Setiap hari Sabtu, Budi menambahkan bahwa para siswa di arahkan menuju minat mereka, MIM Nambangann mempersiapkan siswa dalam berpidato empat bahasa yakni bahasa Indonesia, Arab, Inggris dan Jawa.

Sehingga kegiatan literasi tersebut bisa meningkatkan kompetensi siswa di bidang membaca dan  tulis menulis, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa, prestasi, memiliki mental kuat, mandiri, memiliki skill yang dapat menunjang kehidupannya dimasa yang akan datang serta meningkatkan kreatifitas siswa utamanya, output dari kegiatan ini siswa aktif membaca  dan meningkat budaya literasi. (Mursyid_Heri/Wul)