Indahnya Kebersamaan dalam Buddha Dharma

Magelang – Purnamasidhi di bulan Mei menjadi momentun penting bagi umat Buddha, pasalnya pada hari tersebut diperingati sebagai Rari Raya Waisak. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Dasikin menjelaskan, oleh umat Buddha di seluruh penjuru dunia Waisak biasa disebut sebagai Hari Trisuci Waisak.

“Dharmasanti Waisak merupakan wujud peringatan akan tiga peristiwa agung bagi umat Buddha yakni lahirnya Sidharta Gautama, Sidharta Gautama memperoleh penerangan agung dan wafatnya Sidharta Gautama,” tutur Dasikin selaku Ketua Panitia dalam laporannya.

Dijelaskan, bahwa umat Buddha terdiri atas berbagai unsur organisasi dengan seiring berjalannya waktu mengalami dinamika kehidupan berorganisasi, maka selaras dengan tema perayaan Waisak Nasional 2560BE tahun 2016 yakni “Indahnya Kebersamaan dalam Buddha Dharma” terkandung maksud untuk merealisasikan suasana kerukunan dan keharmonisan umat Buddha melalui sinergi yang baik dari berbagai elemen organisasi keagamaan Buddha.

“Kementerian Agama selaku pembina kehidupan beragama umat Buddha senantiasa mengedepankan prinsip kearifan dan keadilan dalam memberikan fasilitasi pelayanan keagamaan secara utuh bagi umat Buddha dalam pelaksanaan Dharmasanti Waisak menurut latar belakang keyakinannya,” jelasnya.

Beliau menambahkan bahwa rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Waisak dilaksanakan sejak 24 April 2016 hingga puncaknya detik Waisak yang jatuh pada 22 Mei 2016.

“Khusus di Jawa Tengah dalam rangkaian peringatan Waisak dilaksanakan kegiatan berupa karya bakti di Taman Makan Pahlawan, donor darah di seluruh Vihara, bakti sosial kesehatan di Taman Lumbini Candi Borobudur, Seminar Buddhist International di Candi Borobudur dan pagelaran wayang kulit di Borobudur,”  tambahnya.

Perayaan Dharmasanti Waisak yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yudi Chrisnandi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah Ahmadi, Kepala Kanwil Kementerian Agama DIY Nizar serta lebih dari 16.000 umat Buddha dan tamu undangan. Perayaan Dharmasanti Waisak Nasional berlangsung dengan lancar dan meriah meski sebelumnya sempat diguyur hujan deras di lokasi Candi Borobudur.

“Meskipun menjelang prosesi perayaan lokasi diguyur hujan cukup deras namun hal ini tidak menyurutkan niat dan semangat seluruh umat Buddha, semoga dengan perayaan Waisak Nasional ini tercipta kehidupan umat beragama Buddha yang harmonis dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” harap Dasikin. (gt/gt)