Indikator Mutu Pendidikan Adalah Prestasi

Pemalang – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang, Fahrur Rozi membuka kegiatan KKG MI 05 Pemalang secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan diselenggarakan oleh pengurus KKG MI 05 Pemalang pada hari Selasa (31/8). Kegiatan diikuti oleh guru kelas dan guru mata pelajaran yang berasal dari 20 MI di wilayah Kecamatan Moga, Pulosari, dan Belik. Kegiatan turut diikuti oleh Pengawas MI wilayah KKG MI 05, Tusiyati.

Fahrur menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap KKG menjadi sebuah wadah untuk berkoordinasi.

“KKG sebagai wadah berkoordinasi baik untuk kegiatan akademik maupun non akademik. Harus dibangun sinergi, jangan hanya yang hebat satu madrasah saja, tapi semua madrasah harus hebat. Caranya harus bersinergi, madrasah yang sudah mempunyai kemampuan, fasilitas yang bagus untuk membagikan ilmunya kepada madrasah yang lain. Sehingga seluruh madrasah di KKMI 05 bisa maju bersama,” katanya.

Menurutnya pendidikan di Kemenag mencakup dua hal yaitu akses pendidikan dan mutu pendidikan. Pemerintah telah memberikan akses pendidikan diantaranya melalui BOS, BOP, tunjangan profesi guru, insentif guru, termasuk kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Yang kedua adalah mutu pendidikan yang membutuhkan peran dari Pengawas, peran dari guru, peran dari pengurus lembaga pendidikan, serta peran dari peserta didik. Pemerintah telah memberikan akses pendidikan, maka madrasah atau satuan pendidikan dengan komponennya harus bersinergi untuk meningkatkan mutu pendidikan,” jelasnya.

Indikator mutu pendidikan adalah prestasi, baik prestasi akademik maupun non akademik. Madrasah dikatakan bermutu manakala bisa berprestasi baik dari peserta didiknya, gurunya, maupun lembaganya. Dan hal itu pada akhirnya akan menjadikan pengawasnya bermutu. Mutu sebuah madrasah juga bisa dilihat dari banyaknya guru bersertifikat yang dimiliki dan hasil akreditasi madrasah.

“Salah satu cara untuk mengangkat nama madrasah ya melalui prestasi. Madrasah yang berprestasi akan semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat,” katanya. Seusai pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Pengawas MI. Tusiyati menyampaikan materi tentang persiapan simulasi pembelajaran tatap muka dan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) yang akan segera dilaksanakan. (fi/rf)