Ingin Tahu Budaya Pesantren, Perwakilan 10 Negara Ini Kunjungi Kajen Pati

Pati – Perwakilan dari Sepuluh negara yakni USA, Australia, New Zealand, Malaysia, Philipines, Nepal, Chechnya, Russia, Singapore, Indonesia mengunjungi Desa Kajen Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Rabu, (16/1/2019).

Kunjungan ini berasal dari komunitas Perdamaian Dunia yang ingin mengenal budaya Pesantren. Mereka ingin melihat Masjid Kajen Margoyoso Pati yang dikenal sebagai Masjid Penebar Budaya Damai di Pantura Jawa Tengah. Mereka berasal dari 10 negara yang berbeda, (USA, Australia, New Zealand, Malaysia, Philipines, Nepal, Chechnya, Russia, Singapore, dan Indonesia).

Selain itu, mereka juga mengunjungi Masjid Jami Kajen dan makam Mbah Ahmad Mutamakkin Kajen Margoyoso Pati.

Kasi Pondok Diniyah dan Pondok Pesantren (PDPP) Kemenag Pati, Ruhani, sebagai salah satu pendamping rombongan mengatakan, Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pondok pesantren adalah hadiah Islam Nusantara bagi Indonesia. Boarding school ala pesantren menunjukkan begitu majunya Islam di Nusantara hingga memunculkan terminologi “pesantren” dan “santri”, ujarnya.

Santri di pondok pesantren tidak hanya diajari mengaji, membaca kitab, berbicara bahasa Arab, berkomunikasi bahasa Inggris, berorganisasi, memakai sarung yang rapi, berakhlak baik, sopan, dan hidup berdisiplin. Para santri juga dikenalkan dengan adat istidat dan kebudayaan yang ada di Indonesia. Mereka diajari pula cara memainkan jenis-jenis kesenian yang ada di Indonesia, ungkap Ruhani.

Pesantren adalah pelestari kebudayaan dan penjaga kebhinnekaan, mendidik santri untuk menjadi manusia Indonesia sejati yang siap menjaga Indonesia untuk tetap berideologi Pancasila dan berbhinneka tunggal ika, pungkasnya. (Am/bd)