Inovasi Gara Syariah Kemenag Wonosobo Latih Mustahik menjadi Muzaki

Wonosobo –  Penyelenggara (Gara) Syariah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonosobo melakukan kunjungan ke kelompok tani strawbery di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Selasa (26/03). Kunjungan ke kelompok tani pimpinan Kyai H. Mustofa H Iskandar dan H. Lukman tersebut didampingi dua Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kejajar, yaitu Eko Setyawan dan Supardi.

Gara Syariah Kantor Kemenag Wonosobo, Dwi Subrata mengungkapkan, kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pentasyarufan zakat produktif yang telah diberikan oleh Kantor Kemenag Wonosobo kepada kelompok tani di Desa Sembungan ini. Pentasyarufan Zakat Produktif Strawbery diberikan kepada Kelompok Tani Sembungan dan di Sapuran selain itu, juga untuk mengetahui perkembangan pertanian di Kebun Strawbery pada kelompok tani Desa Sembungan, dan sebelumnya stelah dilakukan di Sapuran.

“Kami melakukan kunjungan ini untuk mengecek langsung apakah berjalan lancar atau tidak program pentasyarufan zakat ini kepada kelompok tani di kebun strawbery ini,” ungkapnya.

Menurutnya, bantuan zakat yang telah diberikan tersebut berasal dari zakat Muzaki ASN di lingkup Kantor Kemenag Wonosobo. Tujuan dari pentasyarufan zakat ini adalah untuk menyejahterakan sesama muslim di lingkungan Kabupaten Wonosobo, terutama penerima Mustahik zakat produktif, yaitu kali ini pada Kelompok Tani Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar dan kelompok tani di Sapuran.

“Dengan adanya bantuan ini, kelompok tani pengelola diharapkan berfungsi dengan baik agar dapat mengembangkan pertanian strawbery, sehingga diharapkan nantinya bisa membawa manfaat bagi masyarakat sekitar,” beber dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Wonosobo, M. Thobiq menyampaikan, ucapan terimakasihnya kepada Kasi Gara Syariah atas Inovasi fungsi berupa Tasyaruf Zakat Produktif. Menurutnya, program penanaman strawbery yang digagas ini diharapkan bisa menghasilkan produk unggulan.

“Semoga buah strawbery ini menjadi buah unggulan dan menjadi ikon unik lain di Wonosobo selain buah carica. Ini bukan bersaing tapi untuk menambah warna produk unggulan di Wonosobo,” ungkapnya.

Nantinya, katanya, dari tahap pertama program pentasyarufan zakat produktif tahap pertama ini, apabila setelah dievaluasi dan mendapat hasil yang baik, maka akan dikembangkan ke desa atau wilayah lain. Dirinya yakin program ini akan menjadi pengharapan bagus dalam sektor ekonomi kerakyatan.

“Program ini apabila berjalan baik akan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Wonosobo. Apalagi program ini sebelumnya juga telah didukung oleh Pemda Wonosobo melalui Dinas Pertanian, dengan sebelumnya telah lakukan pelatihan Kelompok Tani Strawbery ini,” tutupnya. PS-WS/Wul