Intensifkan Dakwah Penyuluh Agama Islam Fungsional Gelar Rakor

BLORA, – Penyuluh sebagai ujung tombak dari  Kementerian Agama dalam memberikan dakwah dan  pencerahan serta bimbingan kepada masyarakat untuk memahami ajaran agama, dan mengamalkannya secara berkualitas sehingga perlu dilakukan langkah strategis dalam pencapaian target tersebut secara optimal.

Adapun keberhasilan seorang Penyuluh Agama Islam dalam melaksanakan tugasnya di masyarakat dipengaruhi oleh beberapa komponen diantaranya komponen strategi dakwah yang dipilih dan dirumuskan.

Demikian disampaikan oleh koordinator Pokjaluh Kemenag Blora, Nuril Asrori dalam rapat koordinasi Penyuluh Agama Islam Fungsional di Mushola kemenag Blora (18/4).

Nuril menandaskan bahwa  kemajemukan masyarakat seperti di Blora yang terdiri dari berbagai suku, ras, tradisi, bahasa, serta status sosial ekonomi yang berbeda-beda dan kondisi daerah binaan yang tidak sama sehingga menghadapi kondisi ini seorang penyuluh harus menyusun strategi yang tepat dalam pelaksanaan tugas kepenyuluhannya demi tercapainya tujuan tugas itu.

Sedangkan Strategi pelaksanaan penyuluhan mencakup semua langkah yang tepat dalam melaksanakan tugas penyuluhan, menentukan sasaran penyuluhan, menggunakan metode penyuluhan yang tepat sesuai dengan keadaan dan kondisi sasaran.

“kita perlu membahas bersama  strategi dakwah yang lebih efektif dalam melakukan pembinaan ummat supaya jumlah kita terbatas bisa memenuhi tujuan dan fungsi penyuluhan”ujarnya.

Untuk itu ada beberapa himbauan dari kepala Kemenag Blora, Nuril Anwar yang perlu diperhatikan penyuluh antara lain tentang bagaimana upaya memberdayakan tenaga penyuluh agama Islam dalam melaksanakan bimbingan dan penyuluhan Agama Islam sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsinya (TUPOKSI) yakni menempatkan seluruh Penyuluh Agama Islam Fungsional di KUA wilayah Kecamatan, Memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan terhadap tugas dan fungsi Penyuluh Agama Islam, serta melakukan pembinaan majlis taklim,TPQ maupun koordinasi dengan tokoh agama setempat dalam fungsi dakwah dan penyuluhan.

Kasi Bimas Islam, Maspuin menyampaikan bahwa oleh karena tugas yang berat  tersebut, penyuluh agama  Islam harus  tetap bersinergi,   bersatu, menekankan pada ukhuwah Islamiyah, serta menghilangkan perbedaan khilafiyah furu’iyah, dalam rangka memberikan pencerahan umat islam untuk bersama sama menfiltrasi, menyaring hal negatif di masyarakat, termasuk peredaran narkoba, dan  penyakit hati lainnya.

Untuk itu, sangat penting dilakukan upaya pendataan simpenais sebagai langkah awal dan merupakan salah satu tugas dan fungsi penyuluh untuk menyusun peta dakwah. Data Simpenais sangat membantu kita untuk menyusun peta dakwah tersebut. Dengan peta dakwah tersebut  penyuluh akan dengan mudah melaksanakan kegiatan penyuluhan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan sasaran binaan.

Menyikapi bagaimana laporan kinerja, Penyuluh KUA Kunduran Nunuk Inayatul Ulya menyampaikan langkah langkah dalam penyamaan persepsi dalam membuat  jurnal kelompok binaan yang dilaporkan secara rutin pada Kasi Bimas Islam  serta pembuatan Laporan Capaian Kinerja Harian (LCKH) dan implementasinya di lapangan yang disesuaikan dengan tugas dan kegiatan penyuluhan masing masing. (Ima/bd)