IPHI apresiasi penurunan BPIH tahun ini

Rembang — Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Rembang mengapresiasi kebijakan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama RI tentang besaran BPIH tahun ini turun cukup besar dari tahun-tahun sebelumnya. Kebijakan tersebut dirasa sangat membantu calon jemaah haji dalam melunasi BPIH dan juga memenuhi kebutuhan lainnya selama perjalanan ibadah haji.

Demikian dikemukakan oleh Ketua IPHI Kabupaten Rembang, Muhtadi ketika memberikan sambutan dalam acara pembukaan Bimbingan Massal Manasik di Pendopo Lama Kabupaten Rembang, pagi tadi (27/07).

Muhtadi mengamini pernyataan Menag bahwa BPIH Indonesia merupakan yang paling murah di dunia. Hal ini tak lebih dari strategi pemerintah dalam membuat kebijakan untuk semaksimal mungkin memberikan yang terbaik bagi calon jamaah. “Maka dari itu, sudah seharusnya kita mensyukurinya,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, BPIH tahun ini adalah sebesar BPIH untuk embarkasi Solo adalah 2.769 dolar AS jauh menurun dari tahun lalu sekitar 3.200 dolar AS.

Turut hadir dalam acara tersebut Plt. Bupati Rembang, Hamzah Fathoni, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Atho’illah, Dandim 0720 Wawan Indaryanto, Ketua Pengadilan Agama Rembang Ilham Suhrowardi, jajaran Muspida Rembang, Camat dan Kepala KUA Kecamatan, tim petugas haji, dan para calon jemaah haji 1436 H.

Menata hati

Sementara dalam sambutannya, Plt Bupati Hamzah Fathoni mengimbau kepada calon jemaah haji untuk mulai menata niat dari sekarang. Sebab, kemurnian niat dalam menjalankan ibadah haji hanya karena Allah akan mempermudah calon jamaah dalam menunaikan segala kewajiban haji.

“Hindarilah rasa sombong dan berbicaralah yang baik-baik dan janganlah terlalu memikirkan materi atau penampilan kita. Niscaya kita akan selalu berada dalam perlindungan Allah,” sambungnya.

Manasik Haji Massal ini menghadirkan narasumber yaitu Kepala Kankemenag Rembang Atho’illah, Kasi Bimas Islam Mahmudi, Kasi PAIS Ruchbah, dan Kepala seksi Surveilance dan penanggulangan KLB Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Supriyo.

Terkait kesehatan, Supriyo mengatakan, sistem pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Pemeriksaan haji tahun ini tak hanya dikontrol dengan buku kesehatan. Namun sudah menggunakan sistem online. Hasil pemeriksaan kesehatan nantinya akan diinput secara online. Dan hasilnya akan bisa diketahui oleh publik.

Terkait jadual pemeriksaan kesehatan, pihaknya belum bisa memastikan. Hal ini karena ada perubahan jadual setelah adanya penentuan tanggal keberangkatan calon jemaah haji Rembang yaitu kloter 15, 16, dan 17 pada gelombang pertama yang terjadual pada 25 dan 26 Agustus mendatang.—Shofatus Shodiqoh