IPHI Miliki Peran Strategis Berdayakan Umat

Wonogiri – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) memiliki peran strategis dalam pembinaan dan pemberdayaan umat, baik pada masa lalu, masa kini, maupun pada masa yang akan datang serta ikut berpartisipasi aktif dalam membangun perekonomian umat, seperti melalui koperasi IPHI maupun melalui bentuk-bentuk lainnya.

Hal ini mendesak dilakukan sebab beberapa persoalan yang dihadapi oleh umat Islam di kota Gaplek adalah kemiskinan, kebodohan dan bahkan keterbelakangan. Untuk itu, IPHI perlu ikut berpartisipasi aktif untuk mengatasinya, sebab pengurus dan anggota IPHI pada umumnya adalah golongan mampu, memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan memiliki kelebihan dibanding umat Islam lainnya.

Dimensi kemabruran tidaklah ringan tantangan dan ujian yang harus di hadapi, gambaran kemabruran haji sesuai Hadits Rosululloh SAW yaitu menyebarkan salam, halus lisannya dan memberi makan pada orang lain, dalam bahasa kekinian adanya kepedulian sosial, peduli pada masyarakat sekitar untuk turut meningkatkan kesejahteraan, peduli ikut mendidik masyarakat agar punya ilmu pengetahuan yang lebih baik dan peduli terhadap masyarakat sekitarnya.

Demikian di sampaikan Kasi Haji dan Umroh Kankemenag Wonogiri Drs. H. Ali Yatiman dalam acara Pengajian/Silaturohmi Persaudaraan keluarga besar IPHI Kabupaten Wonogiri, Minggu (22/2) di Gedung Pertemuan Ijabah Batuwarno. hadir dalam acara tersebut pengurus dan anggota IPHI Kab. Wonogiri dan Kecamatan serta Muspika.

Di hadapan 400an anggota IPHI, Ketua IPHI Kabupaten Wonogiri Drs. H. Jauhari Makmuri, M.Ag mengajak kepada jama’ah haji untuk meningkatkan kiprah IPHI di masing-masing kecamatan mengingat organisasi IPHI mempunayai tujuan dan tugas yaitu “Memelihara dan mengupayakan pelestarian haji mabrur, guna meningkatkan partsipasi umat dalam pembangunan bangsa dan negara yang diridhoi Allah SWT dan melaksanakan penerimaan, bimbingan, penyuluhan, dan penerangan kepada calon jamaah haji atau prahaji dan pasca haji”

“Alhamdulillah saat ini PD. IPHI Kabupaten Wonogiri sudah berkiprah nyata di dalam masyarakat dengan mengelola Ponpes Darul Qur’an dan BMT Al Mabrur serta kegiatan-kegiatan sosial lainnya” tambahnya.

Menurut H. Ali Yatiman nilai kemabruran haji harusnya tidak hanya di rasakan yang bersangkutan untuk mendapatkan pahala dan balasan surga di akhirat kelak, tetapi setidaknya melalui perilaku terpuji yang selalu di tampilkan oleh mereka yang telah menjalankan ibadah haji secara sungguh, sabar dan ikhlas, memberi kesejukan dan kemanfaatan bagi muslim lain serta menjaga lisan. Imbuhnya.

Mengingat banyak keunggulan anggota IPHI adalah tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah mendapat kepercayaan dari masyarakat, sehingga orang yang telah berhaji langsung dijadikan imam dan panutan umat, berkecukupan dan memiliki ilmu yang cukup dan berlebih dibandingkan dengan umat Islam pada umumnya. (Mursyid & Heri)