Irjen Kemenag RI berikan pembinaan pada ASN Kankemenag Kota Surakarta

Surakarta – Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Agama Republik Indonesia M. Jasin Senin (10/08) melakukan silaturrahmi dan pembinaan kepegawaian yang diikuti oleh Pengawas, Kepala KUA, Kepala Madrasah, Penyuluh Agama Islam dan pejabat di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta (Kasubbag TU dan Para Kepala Seksi, Penyelenggara dan Pejabat Fungsional lainnya di Aula R. Poejotomo Kankemenag Kota Surakarta. Silaturrahmi dan pembinaan dimaksudkan untuk melakukan sosialisasi dan mencari masukan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan peningkatan kinerja administrasi dan pelayanan publik di Kementerian Agama.Forum pembinaan dikemas dengan forum diskusi yang dipandu oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Muslim Umar.

Muslim Umar dalam sambutan pembukaannya menyampaikan, pembinan ini merupakan salah satu upaya untuk terus meningkatkan pengadian kita kepada umat, bangsa dan negara serta sekaligus untuk meningkatkan pengabdian kita kepada Allah SWT.

Kepala Kemenag juga menyampaikan rasa dan ucapan terima kasihnya kepada M. Jasin yang berkenan bertatap muka langsung dengan warga Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta pada pagi itu.” Tentu kesempatan sepereti ini sangat jarang bisa dilakukan di daerah, ” tegas Muslim Umar.

Banyak materi penting yang disampaikan oleh M. Jasin di depan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta. Beberapa diantaranya terkait disiplin Aparatur Sipil Negara yang sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan Pegawai Negeri Sipil, standarisasi pelayanan di KUA, administrasi kepegawaian, dll. Irjen Kemenag RI tersebut menyatakan bahwa upaya perbaikan di Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan bagian dari agenda besar untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih.Apalagi Kemenag sudah mencanangkan program Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Beliau mengungkapkan lembaga KUA sudah disurvei beberapa kali oleh komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan selalu memperoleh nilai buruk.” KUA disurvei KPK sejak tahun 2007, dari tahun ke tahun hasilnya jelek,itu sejak saya di KPK. Maka sejak saya masuk (Kemenag) direspon.” Jelasnya.Saat ini, indeks persepsi korupsi pada sektor pelayanan publik masih bertengger pada ‘image jelek’ tidak lebih seperti tahun sebelumnya, termasuk pelayanan KUA. Survei KPK terhadap 260 pelaksana layanan publik tiap tahunnya masih belum merubah kinerja/praktik yang ada. Mental atau mindset mereka masih belum berubah.Oleh karena perlu ad role model yang mampu memberi contoh/panutan,” tegas Jasin yang pernah menduduki Mantan Wakil Ketua KPK tersebut.

Dalam arahannya, Jasin menyinggung soal gratifikasi yang sempat mencuat di beberapa media, namun ia menegaskan bahwa upaya yang dilakukan jajaran Itjen dan unit lainnya yang terkait adalah untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada di wilayah kerja Kementerian Agama, sehingga baik secara hukum syariah dan hukum positif dalam melakukan dan menerima sesuatu ada payung hukumnya.

“Pada tahun 2015 di harapkan tidak ada lagi pungutan pungutan liar serta penyimpangan-penyimpangan lainnya, baik dalam hal bantuan sosial, pengadakan barang dan jasa, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sebagainya. Hal itu akan bisa menghapus stigma korup dan memeperoleh kepercayaan publik,” harap Jasin mengakhiri arahannya. (Rhm)