Isi Liburan dengan Program Pengembangan SDM

Banyumas – Liburan semester gasal tahun pelajaran 2016/2017 dimulai Seni (19/12), yang mana tidak ada aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) antara guru dan peserta didik. Memanfaatkan waktu tersebut, Madrasah Aliyah Negeri Sumpiuh Kabupaten Banyumas menggelar sebuah kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja guru dan pegawai. Salah satunya adalah kegiatan workshop tentang Kinerja Pegawai dan Pendidikan Karakter Agama yang dilaksanakan sehari penuh pada tanggal 20 Desember 2016. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 47 orang yang terdiri dari unsur guru dan pegawai MAN Sumpiuh.

Kegiatan ini dibagi menjadi 2 (dua) sesi, yaitu : Sesi Pertama – Workshop Evaluasi Kinerja Tahun 2016 dan Pembinaan Pengisian SKP Tahun 2017. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB diawali dengan Pembukaan dan Pembinaan oleh Kepala Madrasah, Affandie.

“Diharapkan para guru dan pegawai memiliki bekal dan kemampuan dalam pengisian aplikasi SKP Tahun 2017, juga agar para guru siap lebih dini untuk melaksanakan program pembelajaran setahun yang akan datang dengan mengacu pada hasil evaluasi kinerja tahun 2016,” jelas Affandie.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah narasumber yaitu: Kepala Madrasah – Drs. H. Affandie, M.Ag., Wakil Kepala Urusan Kurikulum – Ahmad Suyuti Latif, S.Pd.M.Si., Wakil Kepala Urusan Humas – Surasno, S.Ag., S.Pd., M.Si, dan Wakil Kepala Urusan Sarpras – Sodikun, M.Ag. Masing-masing narasumber, selain menyampaikan informasi dan program yang terkait dengan bidang urusannya, juga bertugas sebagai pemandu dan pembimbing rekan-rekan guru lainnya dalam pengisian form aplikasi SKP.  Pada akhir sesi pertama semua peserta telah berhasil menyelesaikan PKG 2016 dan SKP 2017.

Sesi Kedua – Workshop Pendidikan Karakter Agama. Kegiatan ini merupakan salah satu program madrasah dalam upaya untuk membekali guru dengan konsep pendidikan berkarakter dan guna mendorong kreatifitas guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Fungsi guru sebagai pendidik dan pembelajar, perlu adanya pengembangan kreatifitas dan inovasi terkait tugas-tugas yang diembannya, demikian disampaikan oleh Wakaur Humas, Surasno. Narasumber kegiatan ini adalah Dr. H. Anung As Shalih dari Pesantren Surya Global Yogyakarta.

“Pendidikan seharusnya membangun pondasi dulu, sebelum membangun yang lain, bukan hanya kepentingan duniawi saja. Sesungguhnya keadaan umat ini tidak menjadi lebih baik kecuali dengan tazkiyatunnafs dan ilmu. Dua kebenaran yang tak terpisahkan yaitu agama dan ilmu pengetahuan. Sebagai seorang pendidik harus mampu membangun kesadaran siswa sebagai agen rahmatan lil alamin dan bukan malah sebaliknya; harus mampu melembutkan dan mensucikan hati, bukan malah mengotori; harus terang dengan cahaya agama agar murid-muridnya tidak tersesat dalam kegelapan,” kata Anung As Shalih. (adm/gt)