Jadi Madrasah Riset, MTs N 2 Banjarnegara Menelurkan Prestasi di bidang Robotik

Banjarnegara – Sesuai dengan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Repblik Indonesia Nomor : 6757 Tahun 2020, tentang Penetapan Madrasah Penyelenggara Riset, MTs Negeri 2 Banjarnegara ditetapkan sebagai salahsatu madrasah penyelenggara riset. Mengacu pada SK tersebut, pihak madrasah membuat kelas riset, yang secara khusus terkonsentrasi pada riset sains, riset rekayasa, riset agama dan riset humaniora.

Dengan adanya bimbingan riset, khusunya di bidang rekayasa, MTs Negeri 2 Banjarnegara secara kontinyu mampu mengikuti ajang bergengsi tingkat Nasional dan memperoleh prestasi yang membanggakan, yaitu dengan mengikuti Kompetisi Robotik Madrasah atau dikenal dengan istilah Madrasah Robotic Competition (MRC).

“Alhamdulillah kami tahun 2020 kemarin untuk pertama kalinya mengikuti Kompetisi Robotik Madrasah, MTs Negeri 2 Banjarnegara memperoleh prestasi juara II Best Participant tingkat Nasional MRC Tahun 2020. Pada tahun 2021 ini, kami juga mengikuti Kompetisi Robotik Madrasah, dan Alhamdulillah pada tanggal 08 Sepember 2021 kemarin, kami lolos seleksi tingkat nasional sebagai peserta Kompetisi Robotik Madrasah tahun 2021 yang akan bertanding pada tanggal 16-17 Oktober 2021 di Mall Alam Sutera Tangerang Selatan,” ungkap Ratna Ayu Kartika, Kepala MTs Negeri 2 Banjarnegara

Ini merupakan prestasi yang membanggakan, karena pada kategori Mobile Robot tingkat MTs, MTs N 2 Banjarnegara menjadi satu-satunya wakil dari provinsi Jawa Tengah yang berhasil lolos ke tingkat Nasional.

“Dengan hasil ini, kami memohon doa dan dukungannya dari berbagai pihak agar kami mendapat yang terbaik di tingkat Nasional. Madrasah akan terus mensupport baik dari segi moral maupun pembiayaan untuk program robotik di madrasah kami,” imbuhnya.

MTs Negeri 2 Banjarnegara telah melakukan program riset pada intrakulikuler, ditambah dengan bimbingan dan pelatihan yang intens bagi siswa-siswinya dimulai dari kelas VII. Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Wangid Sunandar juga mengungkapkan program riset rekayasa ini memberikan dampak positif bagi dunia robotika.

 “Program Riset Rekayasa yang kami canangkan memberikan dampak positif, karena program tersebut sebagai embrio pencapaian prestasi di bidang robotika di MTs Negeri 2 Banjarnegara,” ucapnya. Hal senada juga diungkapkan Hengki Febriyanto, guru di bidang riset rekayasa. “Menumbuhkan semangat  peserta didik untuk memiliki jiwa peneliti memang tidak mudah. Memancing peserta didik untuk berfikir kritis, logis dan kreatif memang membutuhkan proses. Kuncinya adalah harus sering berlatih dan berlatih sampai pada tahap peserta didik mampu menemukan permasalahan, menganalisanya hingga menemukan solusinya dengan ide atau gagasan yang muncul dari peserta didik itu sendiri,” pungkasnya. (hf/ak/rf)