Jadi Petugas Haji Harus Profesional

Purbalingga – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menggelar Seleksi Rekrutmen Calon Petugas Haji Kabupaten Purbalingga tahun 1440 H / 2019 M. Kegiatan yang diikuti 17 peserta tersebut digelar Senin (25/02/2019) di Aula Lantai II kantor setempat. Para peserta seleksi terdiri dari para pejabat dan pegawai di lingkungan Kankemenag Kabupaten Purbalingga. Di antaranya Kepala Seksi Bimas Islam, Kepala Madrasah Aliyah Negeri, Penyuluh Agama Islam, Pengawas Pendidikan Agama Islam dan guru-guru madrasah negeri/swasta di Purbalingga.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh, Ratmono selaku Ketua Tim Rekrutmen Calon Petugas Haji Kabupaten Purbalingga menjelaskan, kegiatan seleksi tersebut berlangsung selama sehari.

“Pelaksanaan seleksi hanya satu hari secara tertulis dengan jumlah peserta keseluruhan 17 orang. Dengan rincian 12 peserta kelompok Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), 3 peserta kelompok Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) dan 2 peserta kelompok Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi,” jelasnya.

Staf Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), Tulus Raharjo yang juga peserta seleksi pada kelompok PPIH Arab Saudi menjelaskan, Jawa Tengah membutuhkan 14 personil PPIH. Terbagi untuk operator SISKOHAT 1 orang, Pembimbing Ibadah 1 orang, 12 sisanya untuk petugas akomodasi, transportasi dan konsumsi sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Peraturan Dirjen Haji Nomor 17 tahun 2019.

“Karena sebenarnya yang lebih dibutuhkan adalah PPIH tenaga ahli teknis maka diutamakan pegawai Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama,” ujarnya.

Dari hasil seleksi ini, lanjut Tulus  peserta yang lolos di tingkat kabupaten akan mengikuti seleksi tahap berikutnya di tingkat provinsi, berkompetisi dengan peserta dari seluruh Jawa Tengah dan dari Kanwil Kemenag.

“Untuk Kelompok TPIHI seleksi di tingkat kabupaten harus meloloskan 2 peserta menuju tahap seleksi di tingkat provinsi. Sedangkan provinsi harus meloloskan 1 peserta,” jelasnya.

Terkait materi seleksi ia menjelaskan, soal terdiri dari 100 nomor yang meliputi ilmu manasik, pengelolaan haji dan pengetahuan umum. (sri-sar/bd)