Jadikan Cerdas, Tuntas, dan Ikhlas sebagai Bekal Penghulu

Mungkid – Meskipun jumlah Penghulu di Kabupaten Magelang sangat terbatas, Kepala Kantor Kemenag Kab. Magelang Mad Sabitul Wafa berharap para Penghulu dapat bekerja secara cerdas, tuntas dan ikhlas dalam memberikan layanan pernikahan secara  maksimal dengan penuh integritas. Wafa menyampaikan bahwa saat ini sedang ada penataan SDM untuk menyiapkan kebutuhan-kebutuhan SDM yang relevan dengan tusi Kementerian Agama, salah satunya Penghulu.

“Penghulu itu harus bekerja cerdas. Panjenengan adalah garda terdepan Penghulu, baik tidaknya Kementerian Agama ittu tergantung Penghulu. Sebagian warga masyarakat dalam nikahnya mewakilkan walinya kepada Penghulu. Maka dari itu penghulu harus cerdas, jaga performanya, berpakaianlah yang baik dan rapi,” pesan Wafa kepada para Penghulu pada kegiatan Bimbingan Penilaian Angka Kredit Penghulu, Kamis, (22/03) di RM Bu Tatik Magelang.

Wafa mengingatkan bahwa pekerjaan Penghulu adalah pekerjaan penuh dengan syari.  Artinya keputusan seorang Penghulu mempunyai konsekuensi sah tidaknya sebuah perkawinan. Kesalahan dalam menentukan nasab, bisa mengakibatkan langgengnya perzinahan dari rumah. Wafa mengingatkan agar seorang Penghulu dapat mengambil keputusan sesuai  hukum syari dengan tepat dan benar.

Sebagai seorang Pejabat Fungsional Tertentu, Penghulu juga harus membangun komunikasi yang baik dengan Kepala KUA (bagi Penghulu yang tidak merangkap Kepala KUA), agar Angka Kreditnya dapat tercapai sehingga bisa naik pangkat. Tuntasnya administrasi sampai bukti fisik harus disertai dengan dokumen yang lengkap.

Ikhlas menjadi kunci dalam setiap perbuatan agar bernilai ibadah. Dalam menjalankan tugasnya, seorang Penghulu harus ikhlas sehingga setiap pelayanan dikerjakan dalam rangka menunaikan ibadah, sehingga hasilnya akan semakin baik.

Kasi Bimas Islam Agus Syafei menyampaikan ketersediaan Jabatan Fungsional Penghulu di Kabupaten Magelang sangat terbatas, yakni  dari 21 KUA Kecamatan, saat ini hanya ada 7 orang JFT.

Agus Syafei menyampaikan sebenarnya JFT Penghulu saat ini tengah diminati oleh banyak pegawai di Kemenag, akan tetapi untuk dapat memangku jabatan tersebut diperlukan kompetensi yang tidak mudah, selain memahami kaidah-kaidah syari, juga harus mengerti masalah fasokhah (kefasihan dalam melafalkan Bahasa Arab).

“Posisi Penghulu syarat dengan kaidah syari, sehingga kita harus meningkat keilmuan, bukan hanya masalah fiqih saja namun harus masalah fasokhah juga harus dipelajari,” kata Agus.

Untuk meningkatkan kualitas kinerja pada Seksi Bimas Islam, Agus Syafei  ingin mensinergikan berbagai elemen di Bimas Islam yang meliputi administrasi, Penghulu, sampai ke Penyuluh Agama.  Para Penghulu diharapkan aktif dalam berbagai bidang atau masalah di KUA untuk mendapatkan angka Kredit. Untuk meningkatkan keilmuan, Agus berharap kajian Kitab Kuning yang vakum dapat digiatkan lagi.

“Saya menghimbau agar kegiatan rutin yang dulu pernah dilakukan namun sekarang vakum yaitu Kajian Kitab Kuning agar digiatkan kembali supaya ada peningkatan keilmuan bagi para Penghulu,” lanjutnya. (at/am/b)