Jadikan Ilmu Manasik Haji Sebagai Bekal Melaksanakan Ibadah

Wonogiri – Melaksanakan ibadah haji adalah wujud kesempurnaan dalam memenuhi Rukun Islam bagi setiap umat Islam sekaligus sebagai wujud ketaatan umat Islam kepada Allah SWT.

Melaksanakan ibadah haji adalah idaman serta cita-cita setiap muslim, maka bagi calon tamu Allah SWT tahun 1438 H / 2017 M harus bersyukur karena insallah akan segera berangkat ke tanah suci tahun ini, dalam perjalanan ke tanah suci agar para calon jamaah haji tidak berlebihan dalam membawa bekal karena yang utama bekal menjalankan ibadah haji adalah bekal Taqwa, insyallah di tanah suci segala sesuatu jika di landasi dengan ketaqwaan akan di permudah Allah SWT sedangkan kunci melaksanakan ibadah haji adalah Sabar karena semua prosesi / kegiatan haji pasti antri.

Penyelenggaraan ibadah haji merupakan salah satu program prioritas pembangunan bidang agama dan sering kali diposisikan sebagai salah satu indikator kunci kinerja Kementerian Agama. Penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, namun demikian disadari bahwa peningkatan tersebut belum signifikan, sehingga masih perlu dilakukan berbagai upaya peningkatan lebih lanjut.

Demikian di sampaikan Bupati Wonogiri yang di wakili Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kab. Wonogiri Edi Sutopo pada acara pembukaan Pembinaan Manasik haji Kabupaten Wonogiri Tahun 2017 M/1437 H di Gedung Giriwahana,  Selasa – Rabu (11-12/07) yang ikuti 377 calhaj, hadir dalam acara pembukaan tersebut unsur Muspida  Wonogiri, Kabag Kesra, Ketua MUI dan  Ka. Kankemenag serta  SKPD terkait.

Mengingat pentingnya pelatihan manasik haji bagi calon jama’ah haji saya harapkan agar bekal yang telah diterima serta petunjuk yang diberikan para nara sumber akan menambah wawasan dan ilmu yang bermanfaat dalam melaksanakan ibadah haji nanti.

Sedangkan Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Subadi, menyampaikan bahwa pemerintah dalam hal ini berusaha semaksimal munkin memberikan pelayanan kepada calhaj mulai dari pra pemberangkantan dengan menyelenggarakan manasik di KUA sampai kepulangan dari tanah suci.

“Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh calon jama’ah haji sebelum berangkat  untuk meluruskan niat karena Allah SWT semata, memahami ilmu manasik sehingga calhaj harus belajar manasik mulai dari rukun dan syarat, tatacara ibadah hingga hikmah-hikmahnya, persiapan fisik dan mental dengan cara menjaga kesehatan dan memperbanyak olahraga dan perbanyak doa dan membersihkan diri semua di landasi dengan kesabaran dan keikhlasan,” papar Subadi.

Dalam laporannya Ka. Kankemenag Wonogiri menyampaikan bahwa calhaj Kabupaten Wonogiri tahun 2017 sebanyak 377 calhaj dengan rincian 176 laki-laki dan 201, calhaj termuda adalah Faisal Roni Kurniawan usia 30 tahun dan tertua Murtini usia 87 tahun dan insaallah akan terkabung pada kloter 35 dan 84 SOC. (Mursyid_Heri)