Jadikan Indonesia sebagai magnet Pendidikan Islam bagi dunia internasional

Sukoharjo – Salah satu faktor penentu kebesaran suatu bangsa adalah seberapa berkualitas penerus bangsa itu sendiri apakah ia akan menjadi bangsa yang besar, kuat dan disegani oleh bangsa lain dapat dilihat dari kualitas generasi penerus bangsanya. Kementerian Agama melalui satker-satker dibawahnya mempunyai andil yang signifikan dalam meningkatkan mutu dan kualitas generasi penerus bangsanya, khususnya di dunia pendidikan islam, paling tidak ada tiga seksi di Kantor Kementerian Agama yang berkaitan langsung dengan dunia pendidikan yaitu seksi Pendidikan Madarasah, Seksi PAIS, dan PD Pontren.

Dalam sambutan pada pembukaan Rakor Gabungan Pemangku Pendidikan Manajemen Pendidikan dan Pelayanan Tugas Teknis Lainnya Pendidikan Islam di Gedung IPHI Sukoharjo, Kepala Kankemenag Kabupaten Sukoharjo H. Masdiro, S.Pd., M.M mengatakan bahwa diharapkan tahun 2015 ini akan lebih baik dari pekerjaan dan tugas-tugas yang sudah diselesaikan di tahun 2014 yang lalu. Di tahun kerja, kerja dan kerja sebagaimana yang dicanangkan oleh presiden Republik Indonesia, hendaknya diterapkan dengan sungguh-sungguh, “ Kita ikuti karena Beliau adalah pimpinan kita di negara ini, kita hidup di Negara Indonesia ada pimpinan yang namanya presiden ya kita ikuti program-program Presiden, mari kita ikuti kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas”, pungkas Beliau.

Para pemangku pendidikan Islam diharapkan dari komponen yang ikut rakor dapat mengembangkan dan memajukan pendidikan Islam dengan cara sinergi antara seluruh tenaga pendidik. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan yang berkualitas, berkarakter dan berakhlakul karimah. Salah satunya adalah penguatan data keagamaan (EMIS) yang lebih baik dari tahun 2014, dikarenakan data emis tersebut adalah bahan utama kebijakan yang akan diambil pemerintah untuk memajukan dunia Islam itu sendiri. Indonesia dan dengan adanya acara rakor tersebut hendaknya tidak ada lagi institusi pendidikan Islam khususnya dibawah lingkungan Kankemenag Kab. Sukoharjo yang phobia atau alergi memasang Bendera merah putih. “tidak boleh ada Negara di dalam Negara” tegas Beliau.

Lebih lanjut beliau juga menyampaikan harapan dari Menteri Agama bahwa dimasa mendatang Negara Indonesia akan menjadi magnet bagi pendidikan Islam di dunia Internasional dengan menganut sistem pendidikan Islam yang Rahmatan lil Alamin. (Djp)