Jadikan Pesantren Sebagai Garda Terdepan Dalam Mempertahankan Keutuhan NKRI

Wonogiri – Walaupun dalam gerusan globalisasi, pondok pesantren tetap eksis dan konsisten menyuguhkan sistem pendidikan yang komprehenshif antara kekuatan fisik (jasmani) dan kebutuhan mental spiritual (rohani). Sehingga output pesantren adalah terbentuk manusia yang sholeh dan cerdas pemikirannya.

Selain itu Pesantren mempunyai fungsi strategis sebagai garda terdepan dalam mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari sejak jaman kemerdekaan sampai saat ini. Untuk itu ulama dan pengasuh ponpes merupakan tokoh yang mempunyai fungsi signifikan sebagai pengayom dan pemersatu umat.

Pondok Pesantren merupakan lembaga yang secara empiris telah terbukti dan ikut serta mencerdaskan anak bangsa dan memiliki peran vital dan strategis dalam menyesukseskan pembangunan nasional. Bukan hanya itu, dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaanpun, madrasah dan pondok pesantren, melalui kyai dan santrinya memegang andil yang sangat besar.

Demikian di sampaikan Kasi PAKIS Kankemenag Wonogiri, Sarwono dalam acara Silaturahim dan Pembinaan Pengurus Pondok Pesantren se Kabupaten Wonogiri, Kamis (28/09) bertempat di Ruang Rapat Kankemenag yang  di hadiri pengurus Ponpes se Kabupaten Wonogiri.

Kasi PAKIS berharap dengan acara silaturahmi bisa merekatkan ukhuwah anatar pengurus pondok pesantren dan meneguhkan komitmen untuk merawat dan menjaga NKRI di tengah gerusan dan ronrongan dari berbagai arah.

Sedangkan pembicara lain dari Kodim Wonogiri, Sutrisno menyampaikan bahwa pondok pesantren yang  telah terbukti memainkan peran sekaligus memberikan kontribusi penting dalam mencerdaskan kehidupan umat Islam baik sebelum kemerdekaan maupun setelah kemerdekaan, lembaga yang menjaga dan menyiapkan santrinya kuat iman dan akhlaknya.

“Kami sangat berharap pada para santri dan tokoh alim ulama bisa menjadi garda terdepan dalam mempertahankan keutuhan bangsa dan perekat masyarakat sehingga Kemenag mempunyai peran dalam mencegah meluasnya konflik yang meningkat dewasa ini dengan bahasa lain NKRI harga mati” ujarnya.

Saat ini media sosial menjadi alat untuk memecah belah persatuan dan kesatuan anak bangsa, banyak tulisan di media sosial yang di hembuskan dan tidak bisa di pertanggung jawabkan, untuk itu selalu berhati-hati menggunakan media sosial.

“Saat ini pesantren disebut sebagai lembaga yang efektif dalam menjaga NKRI dan membentengi akhlak anak didik kita untuk itulah diharapkan semua lembaga negara dan pemerintah bekerja sama dengan pesantren, seperti kepolisian, LSM serta pemerintah Kabupaten serta ormas dan orpol yang ada,” pungkasnya. (Mursyid_Heri)