Jaga Kerukunan Umat Beragama, FKUB Klaten Gelar Dialog Tokoh Agama

Klaten – Guna menjaga menguatkan dan memelihara kerukunan umat bergama di Kabupaten Klaten, FKUB Klaten menggelar dialog lintas tokoh agama tingkat kecamatan kota Klaten yang dihadiri 200 peserta dari berbagai tokoh lintas agama di Klaten yang dilaksanakan di Aula Al Ikhlas Kemenag Klaten,(22/11).

Dalam pengarahan dan pembukaannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten, Masmin Afif menyampaikan, meyambut baik dan sangat mengapresiasi dilaksanakannya forum dialog tokoh agama ini. Sebab, di samping sebagai langkah strategis dalam membangun semangat kebersamaan, juga dalam rangka menyamakan visi pembangunan daerah, sehingga  dapat melakukan deteksi dini guna mencegah terjadinya konflik komunal yang dikhawatirkan muncul di Klaten.

“Dengan seringnya bertemu bertatap muka langsung dan saling berdialog antar tokoh agama akan saling menguatkan dan menjaga kerukunan umat beragama di Klaten akan semakin baik,” tegas Masmin.

“Jika ada sedikit gesekan dan masalah akan bisa kompak untuk menyelesaikan sambil duduk bersama, sehingga tanpa ada hal-hal yang memperuncing keradaan, karena isu agama sangat-sangat sensitif,” ungkap Kakankemenag.

“Dialog tokoh agama merupakan media yang sangat vital dalam membangun kebersamaan dan kerukunan, menuju masyarakat Klaten yang aman nyaman damai dan sejahtera,” tuturnya.

Potensi negatif akan dapat diantisipasi sebelumnya. Apalagi tahun ini akan diadakan pemilu DPRD, DPD, serta Pilpres pada 2019 mendatang. Dialog tokoh lintas agama sebagai bentuk respon cepat guna mejaga, melindungi, dan memelihara ketentraman serta ketertiban masyarakat.

Sementara itu Ketua FKUB Klaten, Syamsuddin Asyrofi mengungkapkan, peran FKUB membantu pemerintah, khususnya Pemkab Klaten dalam memelihara, menjaga dan  memupuk kerukunan umat beragama, karena hal ini sangat penting.

“Memperhatikan variabel kerukunan umat beragama, adalah hubungan sesama umat beragama yang dilandasi saling pengertian dan saling menghormati. Saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agama masing-masing,” jelas Syamsuddin.

“Melalui dialog ini, diharapkan dapat memperkuat tali silaturahim persaudaraan antarumat beragama, mencari nilai-nilai kesamaan untuk dijadikan acuan kerja sama dan selalu terbina hubungan yang harmonis. Membudayakan saling menghargai dan menghormati dalam perbedaan yang senantiasa harus dibangun atas dasar kasih sayang dan toleransi,” imbuhnya.(aj/sua)