Jajaran Madrasah Se Wonogiri Tandatangani Pakta integritas Ujian Nasional

Wonogiri  – Bukan hanya sekadar lulus dan nilai bagus, namun ujian nasional (UN) merupakan salah satu momentum untuk menyiapkan generasi yang cerdas, pintar dan canggih serta berdaya saing. Namun di dalam pelaksanaan UN, ada indikasi perbedaan yang mendasar sehingga menimbulkan polemik di dunia pendidikan.

Bagi Madrasah Ujian Nasional adalah hajat besar yang tujuan akhirnya adalah sukses penyelenggaraan dan sukses hasilnya, untuk itu perlu persiapan dan kerja keras dan kejujuran kita bersama, namun peningkatan kualitas anak didik tetap menjadi tujuan utama dari suatu proses pembelajaran.

Untuk itu dalam rangka mewujudkan pelaksanaan Ujian Nasional yang jujur, seluruh Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah di Kabupaten Wonogiri menandatangani Pakta Integritas yang di dampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Wonogiri dan Plt. Kepala Kankemenag Wonogiri serta di saksikan Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri, Ketua Komisi IV DPRD. Penandatanganan ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri bersamaan dengan pelaksanaan Sosialisasi Ujian Sekolah/Madrasah/Kesetaraan dan Ujian Nasional tahun pelajaran 2016/2017, Senin (20/03).

Pakta Integritas ini menunjukkan komitmen jajaran Madrasah di lingkungan Kankemenag Wonogiri untuk mewujudkan pendidikan yang berkarakter dengan berlandaskan motto Jujur dan Berprestasi.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo meminta insan pendidikan harus junjung tinggi integritas sehingga tidak akan terjadi kebocoran soal yang dapat  di manfaatkan oleh oknum. “Menghadapi UN, tidak hanya prestasi, namun integritas siswa juga harus dibangun dengan bagus pula,” tegasnya.

Sedang Kepala Kankemenag Wonogiri yang di Wakili Kasi Pendidikan Madrasah, Ahmad Farid menyambut gembira penandatanganan pakta integritas tersebut, bahwa Ujian Nasional menitik beratkan pada aspek kejujuran dan karakter semoga bisa berlangsung dengan lancar dan sukses.

Sehingga menurut Ahmad Farid sejalan dengan tema UAMBN tahun ini yaitu “Mewujudkan Siswa Madrasah yang Jujur, Berprestasi, dan Bermanfaat”. Dan  pelaksanaannya lebih menekankan pada aspek integritas dan kejujuran. “Sehingga harapannya siswa madrasah berada pada garda terdepan dalam keteladanan sikap dan itu tercermin dalam teknis proses ujian”, harap Ahmad Farid. (Mursyid__Heri)