Jalin Komunikasi Lintas Agama Lahirkan Sikap Saling Pengertian

Jepara – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Nor Rosyid, menghadiri Dialog Lintas Agama yang diadakan oleh Forum Komunikasi Lintas Agama Kecamatan Donorojo di Pondok Pesantren Darul Ulum Bakalan Bandungharjo Donorojo Jepara, Kamis (23/08).

Kegiatan ini juga dihadiri Kapolsek Donorojo IPTU Sudi Tjipto, Danramil Donorojo, SERMA Setyo Atmojo, dan Petinggi Desa Bandungharjo, Siswanto, perangkat serta Petinggi petinggi sekecamatan Donorojo, serta para tokoh dari tiga agama mayoritas di kecamatan Donorojo, yakni Islam, Budha, dan Kristen.

Ketua Formula, KH. Ubaidillah Noor Umar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan dialog ini sejatinya diadakan rutin setiap tiga bulan sekali.

“Setelah sempat vakum beberapa bulan, kegiatan ini akhirnya bisa dilanjutkan kembali. Kami tidak ingin kegiatan yang banyak bermanfaat ini berhenti di tengah jalan” ujarnya.

Kegiatan ini mempunyai tujuan utama yakni terwujudnya masyarakat yang aman dan damai serta dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kami tidak ingin perbedaan keyakinan menyebabkan kami salah paham dan bermusuhan. Justru dengan perbedaan tersebut, kami masih tetap bisa bersatu demi masyarakat yang damai dan aman” tutur Kiyai Ubaid.

Sementara itu, Perwakilan dari Agama Budha, Samanera Kusala Dasso, menyampaikan pentingnya menjaga perdamaian mulai dari kelompok terkecil dalam masyarakat.

“Awali sikap damai bahkan dari kelompok terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga. Jika keluarga damai, maka masyarakat sebagai kelompok yang lebih besarpun akan mudah untuk mewujudkan perdamaian.

Sedang perwakilan dari Agama Kristen, Pdt. David, berharap kerukanan umat beragama di kecamatan Donorojo dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik, sehingga apabila terjadi permasalahan dapat teratasi dengan cepat, baik dengan jalan musyawarah ataupun dialog lintas agama.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Nor Rosyid, mengapresiasi dan berterima kasih kepada penyelenggara yakni Formula, yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Karena hakekatnya kegiatan seperti ini seharusnya diadakan oleh Kementerian Agama, namun karena keterbatasan anggaran, maka kami belum bisa mengadakan kegiatan seperti ini. (fm/bd)