Jalin Silaturahmi Dan Kebersamaan, IGRA Kecamatan Gringsing Gelar Temu Kangen Seluruh Anggotanya

Batang – Mengawali kegiatan setelah fakum karena bulan Ramadhan dan hari raya Ikatan Guru Roudhotul Atfal (IGRA) mengadakan temu kangen dan silaturahmi dengan para anggotanya di RA Rabiatul Adawiyah Mentosari kecamatan Gringsing pada hari Kamis (10/06). Hadir dalam acara itu Pengawas RA/MI kecamatan Gringsing,  Ketua IGRA, Ketua Muslimat, dan seluruh anggota IGRA Kec Gringsing.

Kepala RA Rabiatul Adawiyah Mentosari Eny Fadhilah dalam sambutanya mengucapkan terimakasih atas kehadiran pengurus dan anggota IGRA Kecamatan Gringsing  yang telah datang menghadiri pertemuan itu.

“Selamat datang dan terimakasih kami sampikan pada Pengawas Madrasah, Pengurus IGRA dan seluruh anggota di RA ini, mohon maaf bila tempat yang kami siapkan tidak menyenangkan hadirin sekalian,” kata Eny Fadhilah

Ketua Muslimat Anak Cabang Gringsing Maslehah dalam sambutanya mengatakan bahwa pertemuan IGRA seperi ini hendaknya dibudayakan, dipertahankan karena sangat baik, paling tidak silaturahmi antar guru RA se kecamatan dapat terjalin juga akan menembah ilmu pengetahuan karena dalam pertemuan seperti ini akan tukar menukar pengalaman.

“ Kegiatan ini harus di uri-uri karena kegiatan ini sebagai penyambung silaturahim dan informasi tentang pendidikan anak usia dini, dengan pertemuan ini akan dapat menyampaikan informasi dan pengalaman selama mengajar, sehingga akan menambah pengalaman dan pengetahuan,”kata Maslehah.

Dia juga menambahkan bahwa semua guru RA yang tergabung dalam IGRA Kecamatan Gringsing harus  bisa membaca al Qur'an dengan baik dan benar, maka dia sangan mengapresiasi pada panitia penyelenggara karena awal pertemuan ini dimulai dengan acara khotmil quran

“Guru RA yang tergabung di IGRA harus dapat membaca Alquran dengan baik, maka saya sangat mengapresiasi pada pertemuan ini yang telah diawali dengan khotmil quran dulu,” tegasnya

 Dia beraharap pertemuan itu dapat menambah wawasan dan dapat meningkatkan kinerja sebagai guru yang pada akhirnya dapat mencetak peserta didik yang berprestasi, unggul dan soleh-solehah kedepanya.

Sementara itu Zubaidah sebagai ketua IGRA kecamatan Gringsing dalam sambutanya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah awal dari kegiatan setelah fakum karena bulan Ramadhan dan hari raya, maka di kesempatan yang baik ini kita harus menyatukan visi dan misi kita sebagai pendidik pada jenjang usia dini. katanya

“Sejak Puasa Ramadan dilanjutkan Idul fitri kita para Guru RA belum pernah berkumpul, hal ini karena memang situasi pandemic covid-19 sehingga kita tidak dapat mengadakan pertemuan, maka pertemuan kali ini merupakan kali pertama sebagai awal kegiatan setelah kita dapat lagi melaksanakan aktifitasnya, namun kita harus benar-benar disiplin memakai protokol kesehatan,” jelas Zubaidah.

Dia juga  juga menyampaikan alangkah indahnya jika pada saat ini kita saling memaafkan, karena pertemuan dan kebersamaan kita sering kali tanpa kita sengaja pernah menyinggung orang lain, untuk itu pada pada kesempatan itu mari kita saling memaafkan.

Adapun pengawas RA MI Kecamatan Gringsing Nurudin dalam pembinaanya mengatakan bahwa silaturahim itu penting, orang tidak akan berburuk sangka ketika jalinan silaturahmi terjaga. bukanlah silah itu menyambung dan rohim itu keluarga. maka silaturahim adalah menyambung untuk menjadi utuh kembali keluarga yang tadinya ada keretakan diantara mereka.

“Dengan silaturahim keluarga ini kembali utuh seperti sedia kala, begitu juga keluarga IGRA di kecamatan Gringsing, utuh menjadi satu keluarga yang sama-sama berjuang untuk membentuk manusia yang bukan saja cerdas, kreatif dan kompetitif tetapi lebih jauh untuk mencetak generasi muda yang soleh Solehah dan berwawasan luas,” kata Nurudin.

Dia menambahkan bahwa kita adalah guru di kementerian agama kabupaten Batang, untuk itu dalam bekerja kita harus berorientasi pada 5 nilai budaya kerja kementerian Agama yang dijadikan pedoman.

“Selaku guru dari Kementerian Agama, mari kita bekerja selalu menggunakan prinsip yang telah dicanangkan oleh Kementerian yaitu 5 nilai budaya kerja yang terdiri dari integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan, bila 5 nilai budaya kerja itu selalu kita laksanakan maka insyaallah tujuan pekerjaan kita akan berhasil dengan baik,”pungkasnya. (Siswo/Zy)