Jamaah Haji dan Umroh Hendaknya Terdaftar dalam Program JKN-KIS

Sragen – Sebagai wujud kepedulian terhadap pentingnya jaminan kesehatan bagi masyarakat terutama jamaah haji dan umroh, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kabupaten Sragen mengadakan sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Aula Kankemenag Sragen, Jumat (16/03).

Kegiatan diikuti 60 peserta yang berasal dari pengurus KBIH, Biro Umroh dan tokoh agama maupun masyarakat tersebut dibuka oleh Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh mewakili Kepala Kankemenag Sragen yang sedang mengikuti Rakernas di Jakarta. Dalam sambutannya Kasi PHU, Hj. Kuri Ilmiyati menyampaikan dukungannya atas  program pemerintah melalui BPJS tersebut.

“Kami sangat mendukung program JKN-KIS ini, hal ini untuk memastikan jemaah haji juga terlindungi oleh jaminan kesehatan, apalagi jamaah haji banyak yang merupakan kategori beresiko tinggi dalam kesehatnnya karena usia mereka,” ujar Kuri Ilmiyati. “Ini adalah amanat Permenkes Nomor 62 Tahun 2016 agar semua jamaah haji terdaftar dalam JKN-KIS,” tambahnya.

Senada dengan yang disampaikan Kasi PHU Kankemenag Sragen, Kepala BPJS Sragen Haryanto mengingatkan pentingnya jaminan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Sampai dengan pertengahan Februari 2018, tercatat sebanyak 192.915.774 jiwa penduduk di Indonesia telah menjadi peserta program JKN-KIS. Hadirnya program JKN-KIS membuat masyarakat yang awalnya takut berobat ke fasilitas kesehatan karena biaya yang besar, menjadi tidak khawatir lagi. Sesuai dengan roadmap yang disusun, diharapkan pada 1 Januari 2019 mendatang, seluruh penduduk Indonesia telah tercakup dalam program JKN-KIS serta mendapatkan jaminan kesehatan yang dapat melindungi mereka saat sakit.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program JKN-KIS senantiasa berupaya menjalin kerjasama dan memperkuat hubungan kemitraan dengan berbagai pihak, baik dari pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan, keagamaan, mahasiswa dll, sehingga implementasi program JKN-KIS di lapangan dapat berjalan lancar,” kata Haryanto.

Dalam kesempatan itu Haryanto yang didampingi dr. Tri Harno dari Dinas Kesehatan Sragen menghimbau agar jamaah haji, petugas haji dan jamaah umroh yang belum menjadi peserta BPJS untuk segera mendaftar, dan bagi yang sudah memiliki tapi belum aktif agar mengaktifkannya. (ira/Wul)