Jamin Kesehatan, Calhaj Diimbau Miliki KIS

Rembang – Guna menjamin kesehatan, calon jemaah haji diimbau untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal ini mengemuka dalam pertemuan penghulu dan KBIH se-kabupaten Rembang di Hotel Rantina Rembang,Rabu (06/03).

Kasubag Tata Usaha Kankemenag Kabupaten Rembang, Mohammad Ali Anshory mendukung program kepemilikan KIS ini bagi calhaj. Menurutnya, hal ini untuk menjaga kondisi calhaj tetap sehat menjelang berangkat haji. Apalagi ada aturan, syarat haji harus istithoa (mampu secara fisik). 

“Para penyuluh maupun pegawai KUA, serta KBIH agar menyosialisasikan program ini kepada calon haji. Perlu ditekankan kepada calon haji untuk selalu menjaga kesehatan menjelang berangkat,” tegas Ali.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Pati, Surmiyati menjelaskan, kepesertaan JKN dengan memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) ini penting bagi calon jemaah untuk menjaga kesehatan dan menjamin calon haji mendapatkan pelayanan kesehatan sebelum berangkat menunaikan ibadah haji.   

Calon haji juga akan diperiksa kepemilikan KIS ini ketika berada di embarkasi Donohudan, Boyolali. Sehingga, jemaah haji diimbau untuk segera memiliki kartu ini sebelum berangkat haji.

“Ketika sudah sampai di embarkasi Donohudan akam ditanya lagi kepemilikan KIS ini. Kalau belum punya ini akan merepotkan calon jemaah,” ujar Surmiyati.

Untuk merealisasikan kepemilikan KIS ini, pihak BPJS menggandeng Kemenag untuk memberikan sosialisasi kepada calon haji. Bisa melalui staf haji, penyuluh agama, penghulu, atau penyelenggara KBIH.
“Selain kepada calon haji, Bapak penghulu bisa ikut menyosialisikan kepemilikan KIS ini kepada calon pengantin,” imbuh Surmiyati.

Ditambahkan Surmiyati, calon haji yang akan daftar menjadi peserta JKN bisa mendaftar diri di kantor BPJS terdekat. Peserta bisa memilih kelas yang berbeda. “Kelas 1 beriuran Rp 80rb/jiwa/bulan, kelas 2 sebesar Rp 51rb/jiwa/bulan, dan kelas 3 sebesar Rp 25.500/jiwa/bulan,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, jumlah calon haji sementara yang akan berangkatlah tahun ini  berjumlah sekitar 600 orang.  (iq/gt)