Jaminan Pahala dan Kemuliaan Bagi Orang-Orang yang Belajar dan Mengajarkan Al Qur’an

Mungkid – Kepala Sub Bag TU Kankemenag Kab. Magelang Khoironi Hadi memberi motivasi kepada para penyelenggara kegiatan MTQ tingkat Kabupaten Magelang bahwa jaminan pahala dan kemuliaan bagi orang-orang yang belajar dan mengajarkan Al qur’an termasuk didalamnya orang-orang menadakan syiar tilawah Al Quran atau MTQ.

Hal tersebut disampaikan Khoironi Hadi saat membuka acara Manajemen Pengelolaan TPQ yang diselenggarakan oleh Seksi Bimas Kankemenag Kab. Magelang di RM Progosari Mungkid, Kamis, (11/11/2021).

“Kita yang memfaslitasi kegiatan kecintaan terhadap Al quran ini, dengan mutsabaqoh Al quran, lomba-lomba tentang Al quran dan syiar Al quran tentu ada motivasi tersendiri dalam melancarkan dan mensukseskan kegiatan tersebut,” ungkap Khoironi Hadi.

Khoironi bersyukur di Negara Indonesia mensyiarkan tilawah Al quran tidak ada larangan atau batasan-batasan bahkan Negara menfasilitasi kegiatan seperti itu. “Al quran bagi kita yang sudah cinta tidak perlu gaungan untuk mengenal dan mau mempelajarinya, tapi anak-anak agar mereka cinta Alquran sebagaimana sabda Nabi sebaik2 mempelajari Al qur an dan memoelajarainya itu harus kita dengunkan dan kembangkan,” katanya.

Berangkat dari hadist tersebut maka jika dilakukan pengembangan makna pada hakikatnya mempelajari dan mendalami Al qur’an dan isinya harus dimulai sejak dini atau sejak masih kecil. “Karena pendidikan alqur’an pada anak-anak merupakan penentu dalam pembentukan kepribadian dan masa depan anak, agar tumbuh sesuai yang di syariatkan Rosululloh,” jelasnya.

Belajar Al qur’an mencakup upaya mempelajari cara membacanya, terjemah, dan memahami hukum-hukum, pelajaran-pelajaran, petunjuk-petunjuk yang terkandung di dalamnya. Begitu pula, mengajarkan al qur’an mencakup upaya menuntun dan membimbing orang dalam membaca, menerjemah dan memahamkan kandungan ayat-ayat al qur’an. “Orang yang melakukannya secara ikhlas dan sungguh-sungguh akan mendapatkan keutamaan dari al-Qur’an
berupa ketenangan, ketenteraman hati dan pikiran serta syafaat di akhirat kelak,” jelas Khoironi Hadi.

Khoironi Hadi mengutip kata bijak bahwa orang siapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat. Kegiatan pengelolaan MTQ tersebut diikuti oleh 35 peserta yang terdiri para Penyuluh Agama Islam dan Kasi Kesra Kecamatan sekabupaten Magelang.(yus/Sua).