Jangan Terkecoh Kunci Jawaban Palsu

Kendal – Kepala seksi Pendidikan Madrasah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal menyelenggarakan sosialisasi dan penandatanganan pakta integritas penyelenggaraan ujian nasional tahun pelajaran 2018-2019, Senin (11/3).

Diikuti oleh, MTs dan SMP se Kabupaten Kendal kegiatan ini diawali dengan penandatanganan pakta integritas secara simbolis diwakili Kepala SMP. N 2 Kendal Supardi, yang kemudian dibacakan dan ditirukan oleh semua peserta. Pembinaan terkait pelaksanaan ujian nasional disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Agus Rifa’i. Dalam kesempatan ini Agus Rifa’i berpesan agar para pendidik dapat menanamkan pendidikan karakter anak dan agar tidak terpancing dengan kunci jawaban palsu.

“Saya mohon para guru tetap memberikan penguatan pendidikan karakter kepada anak- anaknya sebagai bekal menghadapi ujian nasional dan jangan sampai terkecoh dengan kunci jawaban palsu yang biasanya banyak beredar,” tegas Rifa’i.

Sebagai orangtua di sekolah yang mengemban amanah untuk melaksanakan pelayanan pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa, tenaga pendidik utamanya Kepala Sekolah harus melayani semua elemen masyarakat dengan baik. Seperti semboyan Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara yakni Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani, yang bermakna di depan memberi contoh, di tengah membangun karya dan di belakang memberi dorongan. Hal tersebut yang semestinya menjadi pedoman pelaksanaan pendidikan di Indonesia.

Kasi Pendidikan Madrasah, Muslikhan mewakili Kementerian Agama Kabupaten Kendal berpesan supaya pelaksanaan UN tahun pelajaran 2018/2019 ini dilaksanakan dengan baik dan penuh integritas. Mematangkan persiapan baik dari tenaga pendidik maupun peserta ujian agar meminimalisir terjadinya kesalahan.

“Persiapan – persiapan jelang ujian nasional ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyuseskan Ujian Nasional Tahun 2019, dan harapanya memang semua elemen yang terlibat baik peserta maupun guru dapat meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi,” pungkasnya. (ja-bel/rf)