Jelang Sya’ban Kemenag Karanganyar Siapkan Rukyatul Hilal di Bukit Sukuh

Karanganyar – Setelah sukses menyelenggarakan Rukyatul Hilal pada awal Bulan Dzulhijah 1438 H di Komplek Candi Sukuh, Penyelenggara Syariah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar kembali merencanakan kegiatan yang sama untuk menentukan awal Bulan Sya’ban Tahun 1439 H. Rencana pengamatan hilal ini disampaikan oleh Penyelenggara Syariah, H. Yusuf Iksanu Irham di ruang kerjanya pada Senin, (09/04).

“Senin depan, tanggal 16 April 2018 yang bertepatan dengan akhir bulan Rajab, kami merencanakan kegiatan pengamatan rukyatul hilal di bukit sukuh untuk menentukan awal bulan Sya’ban 1439H,” kata Yusuf.

Saat ditanya Tim Humas tentang alasan rukyatul hilal di awal bulan Sya’ban, Penyelenggara Syariah mengatakan bahwa disamping untuk mengamati hilal, kegiatan tersebut ditujukan sebagai ajang pelatihan ASN Kemenag dan jajarannya karena kemungkinan hilal terlihat cukup besar.

“Berdasarkan hisab/ perhitungan teoritis, tinggi bulan di atas cakrawala sebesar 4 derajat. Dengan kondisi seperti itu kemungkinan hilal terlihat akan besar, sehingga saat dilakukan pengamatan, kita dapat melihatnya. Disamping menjalankan Sunnah Rasul dengan pengamatan langsung bulan baru, ini juga dilakukan untuk pelatihan dan pembelajaran ASN Kemenag tentang bagaimana cara melihat hilal,” terang Yusuf.

Lebih lanjut Penyelenggara Syariah menjelaskan bahwa rencana pengamatan hilal ini akan dilaksanakan sebanyak tiga kali di tahun 2018, awal Ramadhan, awal Syawal dan awal Dzulhizah. Namun karena menurut perhitungan hisab di awal bulan Ramadhan Hilal sulit untuk dilihat dengan alat yang akan dipakai oleh Kemenag Karanganyar, oleh karenanya kegiatan dimajukan dan digunakan sebagai ajang pelatihan.

Kegiatan Rukyatul Hilal yang belum ada pada DIPA Kemenag Karanganyar ini akan bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karanganyar dan Club Astronomi Santri Assalaam (CASA) Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. Rencananya kegiatan tersebut akan diikuti oleh 50 orang dari jajaran Kemenag. (ida-hd/Wul)