Jelang Ujian, MTsN 2 Kota Semarang Adakan Istighasah dan Sholat Subuh Berjama’ah

Semarang – Menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN BK) (20-22/03) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) (22/04) Tahun Pelajaran 2018/2019 MTsN 2 Kota Semarang mengadakan Istighasah dan Sholat Shubuh berjamaah awal pekan Senin (18/03) di halaman madrasah setempat.

Disamping diikuti oleh siswa kelas IX, juga dihadiri oleh kepala madrasah, wali murid, guru dan komite madrasah.

Kamad Fatkhul Hadi di ruang kerjanya (Kamis 21/03) menjelaskan kegiatan yang baru perdana ini bertujuan untuk berdo’a bersama dalam rangka mensukseskan ujian yang sebentar lagi akan diikuti siswa UAMBN BK dan UNBK.

“Yang istimewa di tahun ini adalah istighasah dilaksanakan pada pukul 04.00 WIB dilanjutkan dengan sholat shubuh berjamaah. Pada tahun sebelumnya do’a bersama diadakan pada siang hari,” terang Fatkhul Hadi.

Ia menambahkan do’a bersama mengandung maksud memohon kepada Allah SWT agar pelaksanaan UAMBN BK dan UNBK dapat berjalan lancar tanpa ada kendala teknis apa pun.

“Kami bersama wali murid juga berdo’a agar seluruh siswa MTs dapat lulus 100%, diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan soal ujian,” tambah Kamad.

Fatkhul Hadi menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah hadir dan turut serta membantu terlaksananya kegiatan ini.

Peserta istighasah sejak menjelang subuh berdzikir bersama sambil duduk bersila. Bagi siswa sebelum mohon restu kepada orangtua, diajak merenungi sikap dan perilakunya kepada orangtuanya selama ini. Bagi siswa yang sudah tidak memiliki orang tua diminta mengenang dan mendo’akan orang tuanya.

Cuaca yang sedikit mendung, gerimis dan dinginnya suasana fajar makin menambah khusyu’ para jama’ah dalam berdo’a. Bahkan diwarnai isak tangis ketika para siswa diberikan kesempatan untuk meminta restu orang tuanya .Orang tua pun haru karena ingin anaknya mendapatkan yang terbaik untuk kelulusan putra-putrinya.

Muhtadi humas madrasah menuturkan kegiatan yang diikuti 299 siswa kelas IX ini lebih menyiapkan siswa agar tidak khawatir pada UAMBN BK dan UNBK.

“Oleh karena persiapan sudah diakukan sejak jauh hari, ikhtiar, usaha dan do’a sudah kita lakukan. Sebagai insan beriman, do’a merupakan kekuatan lahir dan batin agar semakin menambah rasa keimanan, tawakkal dan juga percaya diri,” pungkas Muhtadi.(Mrsyd-ch/bd).